Dampak Bencana Hidrometeorologi Terhadap Ketahanan Pangan di Indonesia
Bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan kekeringan, kian mengancam ketahanan pangan di Indonesia.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Tanggapan dan Komitmen Reformasi
Dengan pola cuaca yang semakin tidak menentu, banyak petani berjuang untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Banjir yang terjadi di berbagai daerah seringkali merusak lahan pertanian, yang berdampak negatif pada hasil panen.
Menurut Badan Meteorologi dan Klimatologi, meningkatnya intensitas hujan menyebabkan banjir di pulau-pulau dengan populasi padat.
Kerusakan pada tanaman akibat banjir berdampak pada ketersediaan pangan, mengakibatkan kesulitan bagi petani untuk mencapai hasil yang optimal.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Kekeringan yang berkepanjangan tidak hanya menyebabkan tanah menjadi kering, tetapi juga mengurangi pasokan air bersih yang sangat diperlukan untuk pertanian.
Banyak daerah mengalami penurunan drastis dalam produksi pangan karena krisis air yang menghambat irigasi.
Dalam situasi ini, petani menghadapi tantangan untuk tetap memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Untuk mengatasi salah satu dampak perubahan cuaca, petani mulai beralih ke metode pertanian yang lebih tahan terhadap bencana alam.
Program pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat bertujuan untuk membantu petani memahami teknologi baru yang dapat meningkatkan ketahanan pangan.
Metode pertanian baru ini berpotensi untuk meningkatkan hasil panen meskipun menghadapi kondisi alam yang tidak menentu.
Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: