Fenomena El Niño dan La Niña: Dampak dan Kesiapsiagaan di Indonesia
Fenomena El Niño dan La Niña memiliki dampak signifikan terhadap perubahan cuaca yang dapat menyebabkan bencana alam di Indonesia.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Keduanya mampu mengubah pola cuaca, berpotensi menyebabkan banjir, kekeringan, dan berbagai bencana lainnya.
El Niño dan La Niña adalah dua fase dari fenomena iklim yang dikenal sebagai Oscillation Selatan (ENSO).
Ketika terjadi El Niño, suhu permukaan laut di Samudera Pasifik meningkat, berlawanan dengan La Niña yang menyebabkan temperatur yang lebih rendah.
Kedua kondisi ini membawa perubahan besar dalam pola curah hujan, mengakibatkan resiko banjir atau kekeringan.
Indonesia, dengan geografi yang beragam, sangat rentan terhadap perubahan ini, yang dapat memperburuk kondisi cuaca.
Dampak El Niño seringkali terlihat dalam bentuk kekeringan dan penurunan curah hujan di bagian barat Indonesia.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota
Menurut pengalaman sebelumnya, fenomena ini berpotensi mengurangi hasil panen serta meningkatkan risiko kebakaran hutan.
Sebaliknya, La Niña dapat menyebabkan hujan yang berlebihan, yang seringkali berujung pada banjir bandang.
Data dari BPBD menyebutkan bahwa wilayah yang paling terdampak adalah yang berada di jalur gempa dan dekat kawasan hutan.
Menghadapi siklus El Niño dan La Niña, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil sangat diperlukan.
Edukasi mengenai tanda-tanda awal bencana dan pemetaan daerah rawan bencana menjadi langkah yang sangat penting.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: