Banjir Bandang di Kecamatan Batang Toru: Tanggapan BNPB dan Dampak Terhadap Masyarakat
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, meminta maaf setelah meninjau dampak banjir bandang yang melanda Kecamatan Batang Toru, Sumatera Utara.
Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan
Ia terkejut dengan kerusakan yang terjadi, yang lebih besar dari yang dilaporkan di media sosial, saat mengunjungi beberapa titik terdampak pada Minggu, 30 November 2025.
Suharyanto mengunjungi beberapa titik terdampak, termasuk Desa Batu Godang dan Aek Ngadol, sebelum melanjutkan ke Desa Aek Garoga yang mengalami kerusakan parah.
Selama peninjauan, ia terlihat menggelengkan kepala berkali-kali, mengekspresikan ketidakpercayaannya mengenai skala bencana yang melanda daerah tersebut.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Dalam pernyataannya, Suharyanto meminta maaf kepada Bupati Tapanuli Selatan dan menjelaskan bahwa kehadiran BNPB bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang terkena dampak bencana.
Namun, pernyataannya sebelumnya yang menyatakan bahwa bencana ini hanya menciptakan kepanikan di media sosial memicu reaksi negatif dari masyarakat, yang menganggapnya kurang peka terhadap korban.
Untuk mempercepat penyaluran bantuan, BNPB mendirikan posko penanggulangan bencana di Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara.
Pemerintah juga mengerahkan helikopter dan pesawat untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses, menegaskan perhatian dan penanganan yang setara bagi kawasan Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Sibolga, Mandailing, hingga Natal.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: