Wali Kota Sibolga Ditemukan Setelah Dihilangkan dalam Banjir dan Longsor
Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri, berhasil ditemukan setelah dinyatakan hilang akibat bencana banjir yang melanda daerah tersebut. Dalam perjalanan selama empat hari, beliau terpaksa berjalan kaki akibat akses jalur darat yang putus karena longsor.
Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengonfirmasi kabar baik ini dalam konferensi pers pada Jumat (28/11), menyatakan bahwa meskipun terlihat lelah, Syukri dalam keadaan sehat dan siap berkoordinasi untuk penanganan bencana di Sibolga.
BNPB mengonfirmasi bahwa Akhmad Syukri ditemukan setelah kontak terputus beberapa hari. Suharyanto menyebutkan, "Kebetulan tadi sudah berkomunikasi dengan Pak Wali Kota Sibolga, tadi pada saat berkomunikasi, ya kan masih muda beliau jadi kelihatannya capek, tapi mukanya seger."
Syukri terjebak di jalur longsoran yang menghambat akses antara Sibolga dan Tarutung. Suharyanto menambahkan, "Beliau ngomong 'saya jalan kaki Pak 4 hari'. Kebetulan beliau terjebak di rute longsoran yang tadi saya katakan antara Sibolga dan Tarutung yang sekarang dibuka."
Kondisi Wali Kota saat ditemukan dinyatakan baik. Suharyanto menjelaskan, "Jadi kondisi beliau Alhamdulillah tidak ada masalah, sehat wal afiat, sekarang mungkin kecapean, nanti kalau besok rencana kami ketemu untuk melihat Sibolga."
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan
Banjir dan longsor yang melanda beberapa provinsi, termasuk Sumatra Utara dan Aceh, mengakibatkan kerugian besar. BNPB melaporkan, bencana ini menyebabkan 174 jiwa meninggal dunia, 79 orang hilang, dan 12 orang mengalami luka-luka.
Pemerintah daerah berusaha keras untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Mereka mengutamakan penanganan evakuasi dan penyediaan kebutuhan dasar bagi korban.
Suharyanto menegaskan bahwa penanganan bencana menjadi prioritas utama. Ia juga menyebutkan, "Kami berkoordinasi dengan semua pihak untuk memastikan bahwa situasi ini dapat diatasi dengan cepat dan efisien."
Setelah penemuan Wali Kota, langkah selanjutnya yang direncanakan adalah melakukan peninjauan ke lokasi bencana. Pemerintah daerah berharap dapat membangun kembali infrastruktur yang rusak akibat bencana.
Suharyanto menekankan pentingnya koordinasi antar lembaga. Ia menyampaikan, "Kami akan reuni dengan Wali Kota untuk evaluasi dan perencanaan strategi ke depan dalam menangani dampak bencana ini."
Diharapkan, dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, proses pemulihan di Sibolga dapat berjalan lancar dan masyarakat yang terdampak segera mendapatkan bantuan yang diperlukan.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: