Pentingnya Delayed Gratification dalam Manajemen Keuangan Pribadi di Era Digital
Fenomena flash sale di era digital saat ini sering kali membuat konsumen terjebak dalam pengeluaran berlebihan akibat dorongan untuk membeli barang secara impulsif.
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat
Salah satu teknik keuangan yang dapat membantu individu melawan pengaruh negatif ini adalah praktik 'delayed gratification' atau penundaan kepuasan, yang semakin relevan menjelang tahun 2026.
Delayed gratification adalah kemampuan untuk menahan impuls agar tidak segera mendapatkan sesuatu, yang sangat berhubungan dengan pengelolaan keuangan.
Berbagai studi psikologis menunjukkan bahwa kemampuan untuk menunda kepuasan berhubungan erat dengan keberhasilan finansial, seperti yang dibuktikan oleh penelitian Walter Mischel pada tahun 1972 melalui marshmallow test.
Dalam penelitian tersebut, anak-anak yang mampu menunggu untuk mendapatkan hadiah yang lebih besar cenderung meraih hasil yang lebih baik di kehidupan mereka.
Penerapan delayed gratification dalam keuangan pribadi dapat membantu individu menghindari pengeluaran impulsif yang sering terjadi pada saat flash sale.
Salah satu strategi yang efektif adalah dengan membuat daftar belanja berdasarkan kebutuhan prioritas, sehingga lebih fokus pada barang yang benar-benar diperlukan.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Selain itu, menciptakan metode menabung dan investasi dapat membantu individu menerapkan prinsip delayed gratification, dengan cara menyisihkan sebagian uang untuk tujuan jangka panjang.
Menerapkan batasan waktu dalam pengambilan keputusan juga merupakan langkah bijak, seperti memberikan waktu 24 jam sebelum memutuskan untuk membeli barang tertentu.
Langkah-langkah ini bertujuan untuk menurunkan desakan membeli secara impulsif dan membuat individu berpikir lebih matang tentang setiap pembelian.
Penerapan delayed gratification dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kesehatan finansial individu, membantu mereka menghindari pengeluaran berlebihan.
Sebuah survei oleh Financial Planning Association Indonesia menunjukkan bahwa individu yang mampu menahan diri dari belanja impulsif lebih mungkin memiliki tabungan yang lebih besar dan siap menghadapi situasi darurat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: