Evolusi Transportasi Umum di Indonesia: Dari Oplet hingga TransJakarta
Bus kota memiliki sejarah panjang dalam transportasi umum di Indonesia yang dimulai dari penggunaan oplet dan mikrolet.
Baca juga: Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Ditangkap: Tuduhan Provokasi dan Tindakan Anarkis
Perkembangan ini berlanjut dengan hadirnya sistem transportasi modern seperti TransJakarta yang mengubah wajah angkutan publik di ibukota.
Penggunaan oplet sebagai transportasi umum di Indonesia dimulai sejak tahun 1940-an. Kendaraan ini umumnya digunakan di perkotaan dan menjadi salah satu pilihan masyarakat sebelum adanya bus kota modern.
Mikrolet kemudian muncul sebagai alternatif yang lebih kecil dan lebih fleksibel dibandingkan dengan oplet.
Mikrolet mampu menjangkau area yang lebih sempit, memenuhi kebutuhan transportasi yang beragam di daerah perkotaan.
Pada tahun 1970-an, Jakarta mulai melihat pengenalan bus kota dalam skala lebih besar. Hal ini didorong oleh pertumbuhan populasi yang pesat dan kebutuhan akan transportasi umum yang efisien.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, variasi model bus juga meningkat.
Bus kota menyediakan layanan yang lebih terorganisir dibandingkan dengan oplet atau mikrolet yang cenderung tidak terjadwal.
Diperkenalkan pada tahun 2004, TransJakarta menandakan perubahan besar dalam sistem transportasi publik.
Sistem bus rapid transit (BRT) ini dirancang untuk memberikan layanan yang cepat dan efisien di sepanjang koridor-koridor utama Jakarta.
Dengan adanya TransJakarta, banyak pengguna transportasi beralih dari kendaraan pribadi.
Sistem ini juga mengintegrasikan berbagai moda transportasi lain, menghadirkan solusi bagi kemacetan yang parah di ibukota.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: