Kategori Berita
Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 15:15 WIB

Meningkatnya Ancaman Stroke pada Populasi Muda dan Pentingnya Penanganan Cepat

Meningkatnya Ancaman Stroke pada Populasi Muda dan Pentingnya Penanganan CepatMeningkatnya Ancaman Stroke pada Populasi Muda dan Pentingnya Penanganan Cepat

Stroke dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya peringatan, mengancam jiwa dalam hitungan menit. Kini, kondisi ini juga mengintai populasi yang lebih muda, terutama dengan adanya faktor risiko tersembunyi.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas

Para ahli menekankan pentingnya penanganan cepat dan pengenalan gejala stroke untuk mencegah kecacatan atau kematian. Kesadaran akan risiko yang muncul dari kondisi kesehatan tertentu menjadi semakin krusial.

Pengenalan Penyakit Stroke

Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat atau terjadi pendarahan di dalam otak, yang mengakibatkan kerusakan serius dalam waktu sangat singkat. Dr. Sunil Kutty dari New Era Hospital menyatakan, 'Stroke membutuhkan penanganan yang tepat waktu. Pengenalan dini dapat membuat perbedaan besar dalam mencegah kecacatan atau kematian.'

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Neurology pada tahun 2020 menunjukkan bahwa perawatan yang diberikan dalam waktu 0-90 menit setelah timbulnya gejala dapat meningkatkan prognosis pemulihan pasien dalam tiga bulan. Meningkatnya kesadaran mengenai gejala stroke perlu terus ditingkatkan, mengingat kelambatan dalam penanganan dapat berakibat fatal.

Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni

Faktor Risiko yang Sering Terlewat

Salah satu faktor risiko terbesar yang sering tidak disadari adalah obstructive sleep apnea (OSA). Menurut Dr. Amit Kulkarni dari Sakra World Hospital, OSA berkontribusi signifikan terhadap kejadian stroke pada individu muda. 'Sekitar 50-70 persen orang yang mengalami stroke juga mengidap apnea tidur. OSA kini diakui sebagai salah satu faktor risiko utama stroke berulang,' ungkapnya.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine pada tahun 2005 menunjukkan bahwa OSA dapat meningkatkan risiko stroke atau kematian hingga hampir dua kali lipat. Meski faktor risiko lain seperti hipertensi dan diabetes muncul, dampak OSA tetap terlihat signifikan.

'Golden Time' dalam Penanganan Stroke

Pada stroke iskemik, pengencer darah harus diberikan tidak lebih dari empat setengah jam setelah gejala muncul. Dalam kasus oklusi besar, prosedur trombektomi dapat diperlukan. Setiap detik keterlambatan dapat memperburuk dampak pada pasien.

Bagi stroke hemoragik, intervensi cepat juga sangat penting. 'Setiap menitnya sangat berharga. Maka dari itu, kenali tanda-tandanya tanpa menunda,' ujar Dr. Kutty. Hal ini menjadikan pengenalan tanda-tanda risiko, termasuk apnea tidur obstruktif, krusial untuk mendapatkan perhatian serius.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Meningkatnya Ancaman Stroke pada Populasi Muda dan Pentingnya Penanganan Cepat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!