Kategori Berita
Selasa, 25 NOVEMBER 2025 • 16:54 WIB

Gunung Semeru Meletus, Status Awas Ditetapkan Pasca Delapan Kali Erupsi

Gunung Semeru Meletus, Status Awas Ditetapkan Pasca Delapan Kali ErupsiGunung Semeru Meletus, Status Awas Ditetapkan Pasca Delapan Kali Erupsi

Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami delapan kali erupsi pada tanggal 25 November 2025. Letusan tersebut mencapai ketinggian 1.000 meter di atas puncak gunung.

Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail

Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.20 WIB dengan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu yang mengarah ke utara, menandakan potensi bahaya yang perlu diwaspadai oleh masyarakat sekitar.

Rincian Erupsi Gunung Semeru

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menyatakan bahwa erupsi pertama berlangsung pada pukul 00.20 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 700 meter di atas puncak. Kolom abu terlihat memiliki intensitas sedang dan berarah ke utara.

Erupsi selanjutnya terjadi setiap beberapa menit, di mana letusan pada pukul 00.41 WIB mencapai tinggi 600 meter, diikuti oleh letusan dengan tinggi 800 meter yang teramati pada pukul 00.53 WIB.

Pukul 01.18 WIB mencatat letusan dengan tinggi 400 meter, dan kembali meningkat pada pukul 01.34 WIB dengan tinggi sekitar 800 meter. Letusan pada pukul 01.37 WIB teramati setinggi 500 meter dan berakhir dengan letusan terakhir yang mencapai 1.000 meter pada pukul 05.33 WIB.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video Parodi

Status dan Rekomendasi dari PVMBG

Berdasarkan pengamatan, status Gunung Semeru saat ini adalah Level IV atau Awas. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah memberikan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat di sekitar.

Masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 20 kilometer dari puncak gunung. Hal ini untuk mengantisipasi potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik.

Selain itu, masyarakat disarankan untuk menjauhi sempadan sungai minimal 500 meter, mengingat potensi awan panas dan lahar yang masih dapat terjadi sebagai hasil dari erupsi.

Waspada Terhadap Potensi Bahaya

Kewaspadaan meningkat mengingat potensi awan panas guguran, aliran lava, dan lahar di sepanjang sungai berhulu puncak Semeru, terutama di area Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, dan sungai-sungai kecil anak alirannya.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius delapan kilometer dari kawah Gunung Semeru. Potensi lontaran batu pijar di kawasan ini menjadikannya berbahaya bagi keselamatan.

Semua langkah antisipasi ini diharapkan dapat melindungi masyarakat sekitar dari dampak potensi erupsi yang lebih besar.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Gunung Semeru Meletus, Status Awas Ditetapkan Pasca Delapan Kali Erupsi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!