Risiko Kesehatan Tersembunyi dari Soda Diet: Penelitian Terbaru Mengungkap Bahaya bagi Hati
Minuman soda diet, yang sering dianggap sebagai pilihan lebih sehat, ternyata menyimpan risiko signifikan bagi kesehatan hati menurut penelitian terbaru.
Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz
Konsumsi satu kaleng soda diet setiap hari dapat meningkatkan risiko penyakit hati non-alkoholik (NAFLD) hingga 60%, menantang persepsi umum tentang minuman ini.
Penyakit hati non-alkoholik (NAFLD) ditandai dengan penumpukan lemak di hati tanpa adanya konsumsi alkohol.
Penelitian yang melibatkan 124.000 peserta menunjukkan bahwa risiko mengembangkan NAFLD akibat konsumsi soda diet lebih tinggi dibandingkan dengan minuman manis biasa.
Dalam penelitian yang dipresentasikan di European Gastroenterology Week di Berlin, data menunjukkan prevalensi NAFLD meningkat hingga 50% dalam tiga dekade terakhir.
Sekitar 38% dari populasi Amerika Serikat kini diperkirakan mengalami kondisi ini, yang berpotensi menyebabkan sirosis dan kanker hati.
Minuman manis, termasuk soda diet, dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan insulin.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Hal ini memicu akumulasi lemak di hati yang berkontribusi pada perkembangan NAFLD.
Pemanis buatan yang digunakan dalam soda diet tidak hanya memengaruhi rasa kenyang tetapi juga mengubah mikrobioma usus yang dapat merugikan metabolisme tubuh.
Penelitian menunjukkan bahwa dampak buruk ini tidak selalu terkait dengan asupan kalori yang tinggi secara langsung.
Para peneliti merekomendasikan penggantian soda diet dan minuman manis dengan air putih untuk mengurangi risiko NAFLD.
Survey menunjukkan bahwa mengganti satu porsi minuman diet dengan air dapat menurunkan risiko penyakit hati hingga lebih dari 15%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: