Kategori Berita
Selasa, 25 NOVEMBER 2025 • 11:45 WIB

Permintaan Maaf Pep Guardiola Setelah Aksi Emosional di Pertandingan Manchester City

Permintaan Maaf Pep Guardiola Setelah Aksi Emosional di Pertandingan Manchester CityPermintaan Maaf Pep Guardiola Setelah Aksi Emosional di Pertandingan Manchester City

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, secara terbuka meminta maaf atas perilakunya yang emosional setelah kekalahan timnya melawan Newcastle United pada 22 Oktober 2025.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN

Guardiola merasa tindakannya tidak pantas dan menyadari dampaknya terhadap tim serta lingkungan sekitarnya.

Kekalahan yang Memukul Mental Tim

Manchester City mengalami kekalahan 1-2 di St James Park, yang menyebabkan mereka terpaut tujuh poin dari pemimpin klasemen Liga Inggris.

Tim asuhan Guardiola saat ini melorot ke posisi ketiga dengan 22 poin, menjadikan penampilan mereka kurang memuaskan, terutama saat menghadapi tim promosi.

Gol pertama yang dicetak oleh Harvey Barnes juga menjadi sorotan karena dianggap kontroversial, dan Guardiola merasa timnya dirugikan oleh keputusan wasit yang tidak menganggap terjadi pelanggaran sebelum gol kedua.

Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni

Reaksi Emosional Guardiola

Setelah pertandingan, Guardiola terlihat tidak dapat menahan emosinya, terlibat argumen dengan kapten Newcastle, Bruno Guimarães, dan memarahi wasit atas keputusan yang dianggap merugikan timnya.

Kemarahannya meningkat hingga ia terlibat insiden dengan seorang kameramen televisi, yang menambah beban emosional yang telah ia rasakan menghadapi tekanan tersebut.

Aksi emosional Guardiola mencerminkan betapa besar tekanan yang ditanggungnya sebagai pemimpin tim di tengah situasi sulit.

Permintaan Maaf Guardiola

Setelah meresapi tindakan yang dilakukan, Guardiola menyampaikan permintaan maafnya, mengkritik diri sendiri dengan menyatakan, 'Saya merasa malu, hina ketika melihatnya. Saya tidak menyukainya.'

Ia menekankan bahwa tidak ada niatan untuk melanggar etika profesional dan menyatakan bahwa tindakannya dilakukan untuk membela timnya.

Guardiola menegaskan, 'Setelah 1.000 pertandingan, saya bukanlah orang yang sempurna, saya membuat kesalahan besar,' mengindikasikan bahwa ia menyadari pentingnya kontrol emosional dalam situasi seperti ini.

Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Permintaan Maaf Pep Guardiola Setelah Aksi Emosional di Pertandingan Manchester City

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!