Kategori Berita
Senin, 24 NOVEMBER 2025 • 12:50 WIB

Jepang Menghadapi Tantangan Penurunan Populasi: Strategi dan Rencana Pemerintah

Jepang Menghadapi Tantangan Penurunan Populasi: Strategi dan Rencana PemerintahJepang Menghadapi Tantangan Penurunan Populasi: Strategi dan Rencana Pemerintah

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengumumkan bahwa penurunan populasi adalah tantangan paling signifikan yang dihadapi negara tersebut saat ini.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN

Ia menegaskan perlunya tindakan darurat untuk mengatasi berbagai dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh fenomena ini.

Strategi Populasi yang Komprehensif

Dalam pertemuan perdana Markas Strategi Populasi, Takaichi menyebutkan, "Menyadari bahwa tantangan terbesar yang dihadapi negara kita adalah penurunan populasi, kami telah mendirikan Markas Strategi Populasi untuk mempromosikan tindakan pencegahan secara komprehensif."

Langkah-langkah yang direncanakan mencakup reformasi besar untuk mendorong peningkatan angka kelahiran dan menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi muda dan perempuan di daerah pedesaan.

Selain itu, pemerintah juga berencana membangun ekonomi regional baru yang dapat menghasilkan nilai tambah serta mengupayakan koeksistensi dengan talenta asing.

Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Dampak Demografi dan Ekonomi

Jepang merupakan masyarakat super-aged yang hampir 30% penderitanya berusia di atas 65 tahun, mengakibatkan prospek ekonomi yang suram.

Angka kelahiran yang terus menurun hingga mencapai 1,15 ini jauh di bawah tingkat penggantian 2,1 yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan populasi.

Kondisi ini mengakibatkan pengurangan komunitas pedesaan serta meningkatkan rasio ketergantungan non-produktif yang didukung oleh jumlah pekerja yang semakin berkurang.

Rencana Pengeluaran untuk Keluarga dan Anak

Masalah ini menjadi fokus pandangan pemerintah dengan rencana anggaran tahunan sebesar 3,6 triliun yen Jepang, setara dengan Rp 3.836 triliun, untuk paket kebijakan anak dan keluarga.

Paket ini dijanjikan oleh mantan Perdana Menteri Fumio Kishida dan dijadwalkan mulai berlaku pada tahun fiskal 2026.

Peningkatan investasi ini diharapkan menjadi kesempatan terakhir Jepang untuk membalikkan tren penurunan kelahiran sebelum memasuki dekade 2030-an.

Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Jepang Menghadapi Tantangan Penurunan Populasi: Strategi dan Rencana Pemerintah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!