Paus Leo XIV Mengingatkan Peran Kecerdasan Buatan dan Inklusivitas dalam Pesan kepada Kaum Muda
Paus Leo XIV menekankan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dengan bijaksana dalam sesi tanya jawab yang diadakan di Indianapolis, Indiana, di hadapan lebih dari 15.000 remaja dari seluruh Amerika Serikat.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Tanggapan dan Komitmen Reformasi
Dalam kesempatan tersebut, Paus mengingatkan agar generasi muda tidak mengandalkan AI untuk menyelesaikan pekerjaan rumah sekolah mereka.
Dalam acara tersebut, Paus Leo XIV menegaskan bahwa AI adalah 'salah satu fitur penentu zaman kita.' Ia menekankan pentingnya bagi remaja untuk tidak hanya bergantung pada teknologi dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik.
Paus menyatakan, 'Menggunakan AI secara bertanggung jawab berarti menggunakannya dengan cara yang membantu Anda berkembang.' Pernyataan ini mencerminkan kepedulian seorang pemimpin spiritual terhadap potensi penyalahgunaan teknologi oleh generasi muda.
Penekanan ini juga menunjukkan pentingnya belajar secara mandiri dan bertanggung jawab tanpa bergantung pada sistem otomatisasi.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik
Selama sesi tersebut, Paus Leo XIV menyampaikan kritik terhadap kebijakan anti-imigrasi yang diterapkan oleh pemerintahan sebelumnya di Amerika Serikat.
Ia mengungkapkan, 'Yesus menginginkan orang Kristen menjadi orang yang membangun jembatan, bukan tembok,' yang memperkuat pentingnya inklusivitas dan empati terhadap imigran.
Paus juga menekankan, 'Tolong berhati-hatilah untuk tidak menggunakan kategori politik untuk berbicara tentang iman, untuk berbicara tentang Gereja,' menegaskan bahwa Gereja harus tetap netral dalam urusan politik.
Paus Leo XIV juga memberikan nasihat mengenai cara menjalin pertemanan di lingkungan sekolah, menekankan pentingnya nilai-nilai iman Katolik.
Ia berpesan kepada pemuda agar mencari hubungan yang saling menguntungkan dan penuh kasih sayang dalam interaksi sehari-hari mereka.
Paus menegaskan, 'Gereja tidak termasuk dalam partai politik mana pun,' menyoroti tujuan utama Gereja yaitu membentuk hati nurani individu agar dapat beroperasi dengan bijaksana dalam masyarakat.
Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: