Penurunan Harga Emas Antam: Dampak Data Ketenagakerjaan AS
Harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. mengalami penurunan pada 22 November 2025 sebesar Rp 7.000 per gram, menjadikan harga logam mulia ini sebesar Rp 2.341.000 per batang.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Data dari situs resmi PT Antam menunjukkan bahwa harga pembelian kembali emas juga mengalami penurunan yang sama, dengan harga buyback emas Antam kini menjadi Rp 2.202.000 per gram.
Pada tanggal 22 November 2025, harga emas Antam terpantau menurun signifikan, sejalan dengan kondisi pasar global yang berfluktuasi.
Dalam perdagangan sebelumnya, harga emas ditutup pada angka US$ 4.065,39 per troy ons, mengalami penurunan sebesar 0,34%.
Penurunan ini terindikasi sebagai akibat dari laporan ketenagakerjaan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS, yang menunjukkan angka penggajian nonpertanian yang meningkat jauh melampaui ekspektasi pasar.
Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Data Non-Farm Payroll (NFP) menunjukkan kenaikan 119.000 untuk bulan September 2025, angka ini lebih dari dua kali lipat perkiraan yang dipatok sebelumnya.
Meskipun terjadi peningkatan dalam penciptaan lapangan kerja, angka pengangguran menunjukkan tanda-tanda kekhawatiran dengan kenaikan klaim pengangguran lanjutan menjadi 1.974 ribu.
Wakil dari Federal Reserve menyatakan, 'Data ini memberi indikasi bahwa pasar tenaga kerja masih terjaga, namun kami harus memperhatikan dengan seksama kondisi lainnya yang dapat berpengaruh pada setiap keputusan kebijakan moneter di masa mendatang.'
Kondisi ini menciptakan ketidakpastian bagi investor mengenai arah pergerakan suku bunga di masa mendatang, terutama dengan lonjakan dalam klaim pengangguran lanjutan.
Analis pasar emas mengingatkan investor untuk tetap waspada. 'Meskipun harga emas saat ini mengalami penurunan, penting untuk melihat faktor fundamental yang dapat mempengaruhi pergerakan harga ke depan,' ungkap seorang analis.
Kombinasi antara meningkatnya ketenagakerjaan dan lambatnya aktivitas perekrutan menyebabkan investor harus mempertimbangkan dengan hati-hati pilihan investasi mereka.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: