Thibaut Courtois: Tanggapan Terhadap Gaya Kepelatihan Ancelotti dan Alonso di Real Madrid
Penjaga gawang Real Madrid, Thibaut Courtois, membagikan pandangannya terkait perbedaan gaya kepelatihan antara Carlo Ancelotti dan Xabi Alonso. Ia menegaskan bahwa hubungan di dalam ruang ganti tetap positif di tengah berbagai isu yang berkembang.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Terlibat Oknum Anggota Brimob Menuju Jalur Pidana
Courtois menjelaskan bahwa kebisingan di luar lapangan sering kali lebih besar dibandingkan apa yang terjadi dalam tim. Ia menekankan pentingnya mendukung pelatih dan menghargai kinerja Xabi Alonso.
Thibaut Courtois mengungkapkan bahwa seringkali isu ketidakpuasan pemain terhadap Xabi Alonso diperbesar oleh media. "Saya rasa selalu ada lebih banyak kebisingan di luar daripada di dalam. Selalu ada kritik hanya karena hasil imbang," ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa hasil imbang melawan Rayo Vallecano terjadi setelah kekalahan melawan Liverpool, yang menimbulkan spekulasi mengenai performa tim. Courtois berharap tim dapat meningkatkan diri dan mengatasi bulan-bulan sulit yang akan datang.
Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dalam perbandingan gaya kepelatihan, Courtois menjelaskan karakteristik unik dari masing-masing pelatih. "Ancelotti seperti ayah atau kakek. Xabi lebih modern. Mereka berdua pelatih yang sangat bagus, masing-masing dengan gayanya sendiri," ungkap Courtois.
Ia menekankan bahwa hubungan di ruang ganti tetap positif, meskipun beberapa pemain mengalami ketidakpuasan karena waktu bermain yang terbatas. Semua hal yang menjadi permasalahan dibahas secara terbuka, dan tim tetap bergerak ke arah yang sama.
Di bawah kepemimpinan Xabi Alonso, Real Madrid telah mencatatkan 17 kemenangan dari 22 pertandingan di semua kompetisi, termasuk LaLiga dan fase awal Liga Champions. Kinerja ini menunjukkan keberhasilan yang signifikan bagi klub.
Courtois menambahkan bahwa meskipun ukuran manajemen Alonso terhadap ruang ganti menjadi sorotan, ia membantah isu negatif terkait hal tersebut. Ia menginginkan agar kinerja tim tetap diakui, terutama di tengah tantangan dalam menciptakan peluang selama pertandingan.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: