Pterygium: Penyakit Mata Akibat Paparan Sinar UV dan Upaya Penanganannya
Pterygium merupakan kondisi mata yang dapat terjadi akibat paparan sinar ultraviolet (UV) secara berlebihan. Penyakit ini dapat memengaruhi kualitas penglihatan dan kenyamanan mata.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China
Gejala awal pterygium sering muncul sebagai kemerahan dan iritasi pada bagian putih mata, yang jika tidak ditangani dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Pterygium adalah pertumbuhan jaringan abnormal yang terlihat seperti selaput putih yang menjulur dari bagian putih mata menuju kornea. Kondisi ini sering terjadi di kedua mata dan lebih umum pada individu yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Penyebab utama pterygium adalah paparan sinar UV dari sinar matahari. Selain itu, faktor lingkungan seperti debu dan angin juga berkontribusi pada perkembangan pterygium.
Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa prevalensi pterygium cukup tinggi di Indonesia, khususnya di daerah dengan iklim yang panas dan terpapar sinar matahari langsung dalam waktu lama.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus
Gejala pterygium dapat berupa kemerahan, iritasi, serta perasaan berpasir atau gatal di mata. Pada kondisi yang lebih parah, pterygium dapat mengakibatkan penglihatan menjadi kabur.
Diagnosis pterygium dilakukan oleh dokter spesialis mata melalui pemeriksaan fisik. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengevaluasi area yang terkena dan menentukan tingkat keparahan pterygium.
Penggunaan alat optik tertentu dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang pterygium dan membantu dokter dalam merancang langkah pengobatan yang tepat.
Perawatan awal untuk pterygium meliputi penggunaan tetes mata yang berfungsi untuk mengurangi peradangan dan ketidaknyamanan. Namun, jika ukuran pterygium cukup besar dan memengaruhi penglihatan, tindakan bedah mungkin diperlukan.
Untuk mencegah pterygium, sangat dianjurkan untuk menggunakan kacamata hitam yang memberikan perlindungan terhadap sinar UV. Menghindari paparan langsung sinar matahari pada jam-jam tertentu juga dapat membantu mencegah perkembangan pterygium.
Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka agar debu dan polusi yang dapat memperparah kondisi ini dapat diminimalisir.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: