Hubungan Antara Memelihara Kucing dan Risiko Skizofrenia: Sebuah Analisis Mendalam
Peneliti dari Pusat Penelitian Kesehatan Mental Queensland, Australia, menemukan bahwa memelihara kucing dapat berkaitan dengan peningkatan risiko skizofrenia.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Setelah Kematian Pengemudi Ojek Online
Penelitian ini melibatkan analisis terhadap 17 studi dalam 44 tahun terakhir yang dipimpin oleh psikiater John McGrath, dan hasilnya diterbitkan dalam jurnal Schizophrenia Bulletin pada tahun 2024.
Konsep bahwa kepemilikan kucing dapat dikaitkan dengan risiko skizofrenia telah lama ada, dimulai dari penelitian tahun 1995 yang menyatakan bahwa parasit Toxoplasma gondii mungkin menjadi penyebab potensi risiko tersebut. Penelitian lebih lanjut telah menunjukkan hasil yang beragam dalam hal ini.
Misalnya, studi dari Cureus pada tahun 2022 menemukan bahwa interaksi dengan kucing selama masa kanak-kanak dapat meningkatkan risiko gangguan skizofrenia. Namun, studi lain, seperti yang diterbitkan di Plos One pada tahun 2019, tidak mendapati adanya hubungan signifikan antara kepemilikan kucing dan risiko skizofrenia.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan
Toxoplasma gondii adalah parasit yang dapat ditularkan melalui daging kurang matang atau feses kucing terinfeksi. Di Amerika Serikat, diperkirakan sekitar 40 juta orang terinfeksi oleh parasit ini.
Setelah terinfeksi, T. gondii dapat memengaruhi neurotransmitter dalam sistem saraf pusat, yang berkontribusi pada perubahan kepribadian serta gejala psikotik, termasuk skizofrenia. Namun, hubungan ini belum dapat membuktikan bahwa parasit tersebut secara langsung menyebabkan perubahan atau bahwa infeksi tersebut ditularkan dari kucing ke manusia.
Sebagian besar penelitian yang ditinjau, yaitu 15 dari 17, merupakan studi kasus-kontrol yang tidak mampu menunjukkan hubungan sebab-akibat secara langsung. Hal ini sering kali mengabaikan faktor lain yang dapat memengaruhi hasil.
Kualitas rendah dari beberapa studi tersebut menyebabkan hasil yang diperoleh menjadi tidak konsisten. Contohnya, jurnal dari Plos One tahun 2019 hanya menunjukkan hubungan signifikan antara kepemilikan kucing dan risiko skizofrenia pada anak-anak berusia 9 hingga 12 tahun.
Selain itu, penelitian dari Schizophrenia Research tahun 2013 tidak menemukan hubungan antara kepemilikan kucing dan skor skizotipi. Namun, individu yang pernah digigit kucing menunjukkan skor yang lebih tinggi.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: