Kategori Berita
Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 14:36 WIB

Menteri Perhubungan Rencanakan Penyesuaian Operasional KRL 24 Jam di Cikarang

Menteri Perhubungan Rencanakan Penyesuaian Operasional KRL 24 Jam di CikarangMenteri Perhubungan Rencanakan Penyesuaian Operasional KRL 24 Jam di Cikarang

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, merespons meningkatnya jumlah penumpang yang harus menginap di Stasiun Cikarang akibat tidak dapat mengejar jadwal akhir KRL. Ia mengusulkan penyesuaian operasional layanan KRL menjadi 24 jam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan

Dudy menekankan pentingnya melakukan pengkajian yang melibatkan koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT KAI Commuter. Pembahasan harus memperhatikan biaya dan dampak operasional yang mungkin timbul dari penyesuaian tersebut.

Fenomena Penumpang Menginap di Stasiun

Dalam beberapa waktu terakhir, Stasiun Cikarang menjadi lokasi di mana sejumlah penumpang KRL Commuter Line terpaksa menginap karena tidak berhasil mengejar kereta terakhir. Beberapa penumpang terlihat beralaskan jaket dan tas, menunggu kehadiran kereta pertama yang beroperasi di pagi hari.

Kondisi ini menjadi viral setelah sebuah unggahan di Instagram yang menunjukkan beberapa penumpang memanfaatkan ruang stasiun sebagai tempat tidur sementara. Foto tersebut menampilkan gambaran langsung mengenai situasi yang dialami oleh para penumpang yang terjebak.

Fenomena ini mencerminkan kebutuhan akan layanan transportasi yang lebih fleksibel, terutama bagi penumpang yang menggunakan jasa KRL untuk keperluan sehari-hari. Makna di balik kejadian ini adalah pentingnya keberlanjutan layanan transportasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Rencana Penyesuaian Operasional KRL

Menteri Dudy Purwagandhi mengungkapkan pentingnya melakukan pengkajian sebelum merealisasikan rencana operasi KRL selama 24 jam. Ia mengatakan, 'Nanti saya coba koordinasi dengan KAI dan KAI Commuter ya, apakah perlu KRL dapat beroperasi 24 jam untuk mengakomodir hal itu.'

Diskusi dengan PT Kereta Api Indonesia dan KAI Commuter akan memperjelas dampak operasional, baik positif maupun negatif, dari langkah ini. Dudy menambahkan, 'Intinya, kami mesti tanya sama KAI dulu, costnya bagaimana kalau KRL beroperasi 24 jam, costnya seperti apa, solusinya bagaimana.'

Kesiapan untuk menyesuaikan layanan operasional menjadi kunci dalam menjawab tuntutan pengguna jasa angkutan umum. Oleh karena itu, analisis biaya dan dampak menjadi hal yang saling terkait.

Koordinasi dengan Pihak Terkait

Lengkapnya, Kementerian Perhubungan mengharapkan tindakan kooperatif dengan pihak operator KRL untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai penyesuaian layanan. Koordinasi ini diharapkan dapat memastikan bahwa perubahan operasional tidak berdampak buruk terhadap perawatan dan keselamatan KRL.

Dudy menekankan pentingnya menampung aspirasi masyarakat dan mengevaluasi dengan pihak operator terkait. 'Setiap apa yang menjadi keperluan masyarakat ya kita tampung dulu, kemudian koordinasikan dulu ke operator terkait, karena ini juga nantinya mempengaruhi perawatan KRL itu sendiri,' ujarnya.

Langkah terencana ini dibutuhkan agar setiap perubahan dalam operasional KRL dapat dilaksanakan dengan memperhatikan semua aspek yang relevan, termasuk kepentingan penumpang dan keselamatan operasi.

Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Menteri Perhubungan Rencanakan Penyesuaian Operasional KRL 24 Jam di Cikarang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!