Prediksi Letusan Gunung Api Bawah Laut Axial Seamount Diperkirakan Tunda Hingga 2026
Para peneliti memperkirakan bahwa gunung api bawah laut Axial Seamount, yang terletak di lepas pantai Oregon, akan meletus pada pertengahan hingga akhir tahun 2026.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Terlibat Oknum Anggota Brimob Menuju Jalur Pidana
Perkiraan ini merupakan pembaruan dari estimasi sebelumnya yang menyebutkan letusan dapat terjadi pada tahun 2025, terkait dengan proses inflasi tanah yang berlangsung lebih lambat dari antisipasi.
Axial Seamount terletak di Juan de Fuca Ridge, yang merupakan batas lempeng divergen di lepas pantai barat laut Pasifik AS. Gunung ini dikenal sebagai gunung api bawah laut yang paling aktif di wilayah tersebut, menjadikannya objek penelitian yang penting bagi ilmuwan.
Bill Chadwick, peneliti dari Oregon State University, menyatakan bahwa letusan di Axial Seamount biasanya didahului oleh peningkatan seismisitas dan inflasi yang disebabkan oleh kenaikan magma. Hal ini penting untuk mengantisipasi potensi risiko yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik di kawasan tersebut.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Pada Desember 2024, para ilmuwan menyimpulkan bahwa Axial Seamount hampir mencapai ambang inflasi yang serupa dengan kondisi sebelum letusan satu dekade lalu. Namun, mereka kini memperkirakan letusan akan terjadi lebih lambat, yakni diperkirakan dapat berlangsung di antara pertengahan hingga akhir 2026.
Chadwick menjelaskan bahwa inflasi pasca-letusan 2015 sempat menurun hingga hampir nol pada pertengahan 2023, tetapi kembali meningkat pada musim gugur 2023. ‘Berdasarkan tren saat ini, kami memperkirakan jendela letusan antara sekarang hingga akhir 2025,’ jelasnya.
Pada April 2025, laju inflasi kembali melambat, memicu kebutuhan untuk revisi atas prakiraan sebelumnya. Chadwick menyatakan dalam laporan blognya bahwa mencapai ambang inflasi yang tinggi mungkin membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan.
Ia menerangkan bahwa Axial Seamount memiliki pola perilaku mirip dengan Gunung Krafla di Islandia, di mana setiap letusan sebelumnya dapat meningkatkan ambang inflasi. ‘Ini sebenarnya hanya tebakan berdasarkan pengetahuan,’ ujar Chadwick, menunjukkan kompleksitas dalam memprediksi perilaku gunung api.
Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: