Kategori Berita
Selasa, 18 NOVEMBER 2025 • 12:10 WIB

Pola Makan Sehat dan Risiko Kanker: Penelitian Terkini

Pola Makan Sehat dan Risiko Kanker: Penelitian TerkiniPola Makan Sehat dan Risiko Kanker: Penelitian Terkini

Pola makan yang sehat terbukti berperan penting dalam menurunkan risiko kanker, berdasarkan berbagai studi yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz

Para ahli sepakat bahwa konsumsi makanan bergizi dapat mendukung sistem imun dan mencegah perkembangan sel kanker.

Makanan yang Kaya Antioksidan

Antioksidan berfungsi melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Buah-buahan seperti berry, jeruk, dan sayuran berwarna hijau merupakan sumber antioksidan yang baik.

Menurut penelitian oleh American Cancer Society, mengonsumsi makanan kaya antioksidan dapat menurunkan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker paru-paru dan kanker payudara.

Integrasi lebih banyak sayur dan buah dalam diet sehari-hari merupakan langkah mudah untuk meningkatkan kesehatan. Selain itu, makanan yang mengandung polyphenols, ditemukan dalam teh hijau dan cokelat, juga berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi

Diet Mediterania dan Kesehatan

Diet Mediterania, yang kaya akan minyak zaitun, kacang-kacangan, dan biji-bijian, sangat dianjurkan untuk manfaat kesehatan. Pola makan ini juga mengutamakan konsumsi ikan, yang kaya akan asam lemak omega-3.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition menemukan hubungan positif antara diet Mediterania dan penurunan risiko kanker. Peneliti mencatat bahwa pola makan ini juga berkontribusi dalam mengurangi peradangan di dalam tubuh.

Mengganti lemak jenuh dengan lemak sehat dari sumber alami seperti minyak zaitun dapat memberi keuntungan bagi kesehatan secara keseluruhan.

Mengurangi Daging Merah dan Olahan

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging merah dan daging olahan dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, khususnya kanker usus besar. Menurut World Health Organization, daging olahan telah diklasifikasikan sebagai karsinogen yang diketahui.

Mengurangi asupan daging merah dan menggantinya dengan sumber protein nabati seperti tempe dan tahu dapat memberikan manfaat kesehatan yang lebih baik. Ini juga memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi variasi makanan yang lebih beragam.

Menambahkan lebih banyak serat dalam diet, yang terdapat dalam sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan, tidak hanya baik untuk pencernaan, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan risiko kanker.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pola Makan Sehat dan Risiko Kanker: Penelitian Terkini

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!