Kategori Berita
Senin, 17 NOVEMBER 2025 • 15:49 WIB

Memperkuat Perang Melawan Mafia Tanah: Komitmen Kementerian ATR/BPN

Memperkuat Perang Melawan Mafia Tanah: Komitmen Kementerian ATR BPNMemperkuat Perang Melawan Mafia Tanah: Komitmen Kementerian ATR/BPN

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan bahwa perang melawan mafia tanah memerlukan keteguhan moral aparatur dalam menolak kongkalikong. Tanpa integritas di internal Kementerian ATR/BPN, upaya digitalisasi dan penguatan regulasi tidak akan efektif.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan

Nusron mengungkapkan pentingnya menutup semua celah yang memungkinkan mafia tanah bergerak. Ia menyatakan bahwa selama aparat BPN berkomitmen, mafia tanah akan kesulitan untuk beroperasi.

Keteguhan Moral Aparatur sebagai Kunci

Nusron Wahid menyatakan bahwa kesuksesan dalam memberantas mafia tanah tidak hanya bergantung pada penegakan hukum. Ia menegaskan, 'Selama jajaran BPN tidak mau diajak kongkalikong, mafia tanah pasti kabur.'

Strategi yang diusulkan melibatkan integritas aparatur ATR/BPN dan keteguhan untuk menolak godaan dari pihak-pihak tertentu. Hal ini menjadi pijakan penting dalam mencegah mafia tanah menggunakan celah yang ada di dalam sistem.

Di era digitalisasi saat ini, perlunya perbaikan tata kelola dan penguatan regulasi sangat ditekankan untuk meminimalisir praktik-praktik yang merugikan. Penting untuk memiliki sistem yang terintegrasi dan transparan, di mana kejujuran dan disiplin menjadi dua aspek penting untuk menutup semua peluang bagi mafia.

Integritas dan Profesionalisme di Kementerian ATR/BPN

Profesionalisme aparatur Kementerian ATR/BPN sangatlah kritis dalam menghadapi tantangan tersebut. Nusron mengamati bahwa mafia tanah dapat muncul kembali dalam bentuk yang berbeda jika integritas aparatur lemah.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Ia menambahkan, 'Kita berantas, mereka akan muncul lagi dalam bentuk berbeda. Yang berubah hanya modelnya, bukan niat jahatnya.' Hal ini menunjukkan bahwa perubahan strategi dari pihak mafia tetap harus diantisipasi.

Maka dari itu, penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat dan kepatuhan mutlak di setiap level menjadi sangat penting. Tanpa adanya pemahaman dan penerapan yang konsisten, ruang permainan bagi mafia tanah tidak akan tertutup.

Nusron menekankan perlunya ketahanan dari dalam, menyatakan bahwa 'Selama pejabat dan pegawai tidak mau diajak kongkalikong, mafia tidak akan bisa masuk.'

Kepastian Hukum dan Transparansi Proses

Nusron menekankan bahwa negara harus hadir dalam setiap persoalan pertanahan. Ia menegaskan pentingnya memastikan seluruh proses penyelesaian kasus dilakukan secara objektif dan transparan.

Dengan mengutamakan integritas diri di internal ATR/BPN, diharapkan semua langkah yang diambil dapat mendukung usaha pembersihan sektor pertanahan di Indonesia. Pemangku kepentingan diharapkan untuk bersatu dalam misi ini, sehingga mafia tanah tidak memiliki kesempatan untuk mengeksploitasi kelemahan yang ada.

Sistem yang kuat dan terkelola dengan baik dapat menjadi benteng utama dalam menghadapi praktik-praktik ilegal di bidang pertanahan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Memperkuat Perang Melawan Mafia Tanah: Komitmen Kementerian ATR/BPN

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!