Kategori Berita
Minggu, 16 NOVEMBER 2025 • 18:09 WIB

Kemajuan Transplantasi Ginjal Babi untuk Pasien Manusia di NYU Langone Health

Kemajuan Transplantasi Ginjal Babi untuk Pasien Manusia di NYU Langone HealthKemajuan Transplantasi Ginjal Babi untuk Pasien Manusia di NYU Langone Health

Para dokter di NYU Langone Health melaporkan kemajuan signifikan dalam upaya menjadikan transplantasi ginjal babi sebagai pilihan nyata bagi pasien manusia.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas

Studi ini muncul di tengah meningkatnya kebutuhan donor ginjal yang tidak dapat terpenuhi oleh ketersediaan organ saat ini.

Upaya Transplantasi dan Tantangan Imunologi

Xenotransplantasi, atau transplantasi organ lintas spesies, menghadapi tantangan utama berupa penolakan organ oleh sistem imun manusia. Keterbatasan donor ginjal yang ada menjadikan penelitian terhadap organ babi sangat relevan dan mendesak.

Dua studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature baru-baru ini memberikan pemahaman lebih dalam mengenai cara mencegah tubuh menyerang ginjal babi yang sudah dimodifikasi.

Dengan penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan solusi yang lebih efektif dalam menjembatani kesenjangan antara kebutuhan donor dan ketersediaan organ.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi

Detail Uji Coba Terbaru

Dalam penelitian yang dilaporkan oleh BBC, para dokter NYU melakukan transplantasi ginjal babi yang telah dimodifikasi genetik ke dalam tubuh seorang donor otak mati, Maurice Miller, yang berusia 57 tahun. Miller sebelumnya ingin menyumbangkan organ, namun tidak dapat melakukannya karena riwayat kanker; keluarga akhirnya sepakat untuk menyumbangkan seluruh tubuh untuk penelitian.

Tubuh Miller dipertahankan selama 61 hari dengan ventilator, dan tim peneliti secara berkala mengambil biopsi ginjal serta memantau darah dan jaringan lainnya. Proses ini memastikan bahwa data yang diperoleh dapat memberikan wawasan yang mendalam tentang fungsi ginjal babi dalam tubuh manusia.

Uji coba ini menjadi salah satu langkah penting dalam memahami potensi penggunaan organ babi dalam pengobatan manusia.

Kemajuan dalam Imunosupresi

Dua kali terjadi episode penolakan terhadap ginjal, tetapi untuk pertama kalinya, penolakan berhasil dikendalikan dengan obat yang ada, dan ginjal tetap berfungsi. Dr. Robert Montgomery, peneliti utama, menyatakan bahwa temuan ini menggambarkan jenis obat imunosupresif yang paling efektif untuk penerima organ babi di masa mendatang.

"Ini adalah pertama kalinya kita benar-benar bisa memahami episode penolakan ginjal babi dari awal sampai akhir pada tubuh manusia," kata Montgomery.

Riset ini memberikan harapan baru setelah berbagai kemajuan sebelumnya, termasuk kasus pasien hidup, Tim Andrews, yang berhasil menggunakan ginjal babi selama 271 hari.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kemajuan Transplantasi Ginjal Babi untuk Pasien Manusia di NYU Langone Health

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!