Kategori Berita
Kamis, 13 NOVEMBER 2025 • 09:58 WIB

Rehabilitasi Dua Guru Luwu Utara oleh Presiden: Langkah Menuju Keadilan

Rehabilitasi Dua Guru Luwu Utara oleh Presiden: Langkah Menuju KeadilanRehabilitasi Dua Guru Luwu Utara oleh Presiden: Langkah Menuju Keadilan

Dua guru asal Luwu Utara, Sulawesi Selatan, merasakan lega dan haru setelah menerima surat rehabilitasi dari Presiden Prabowo Subianto. Bagi mereka, hal ini bukan hanya sekadar pemulihan nama, tetapi juga simbol keadilan yang akhirnya mereka dapatkan.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Setelah terbang menuju Jakarta untuk menghadiri pertemuan tersebut, keduanya mengungkapkan rasa syukur atas perhatian pemerintah terhadap nasib guru di daerah. Mereka berharap peristiwa serupa tidak terjadi lagi pada pendidik di Indonesia.

Perjalanan Panjang Menuju Keadilan

Drs. Abdul Muis, seorang Guru Sosiologi di SMA Negeri 1 Luwu Utara, mengungkapkan rasa terima kasihnya terhadap Presiden Prabowo. Dengan suara yang bergetar, ia menyampaikan, "Saya pribadi dan keluarga besar saya sampaikan setulus-tulusnya terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberikan rasa keadilan kepada kami."

Perjuangan Abdul Muis dan rekannya, Rasnal, merupakan proses yang tidak mudah, dengan berbagai rintangan yang mereka hadapi selama lima tahun mengupayakan keadilan. Mereka merasa terpinggirkan oleh birokrasi dan hukum yang tidak berpihak.

Rasnal, mantan Kepala SMA Negeri 1 Luwu Utara, menggambarkan panjangnya perjalanan yang mereka tempuh. "Ini adalah sebuah perjalanan yang sangat melelahkan. Kami telah berjuang dari bawah, dari dasar sampai ke provinsi," katanya.

Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik

Bersyukur atas Rehabilitasi

Usai menerima keputusan rehabilitasi secara langsung, Rasnal tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Dalam pertemuan tersebut, ia menegaskan, "Saya tidak bisa mengatakan sesuatu kepada Bapak Presiden, terima kasih Bapak Presiden."

Abdul Muis juga menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT, mengungkapkan, "Sekarang dan direhabilitasi, kami punya nama baik." Hal ini menandakan bahwa pemulihan ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi mereka.

Keduanya berharap, keputusan rehabilitasi ini dapat menjadi titik balik dan inspirasi bagi para guru lainnya yang mungkin mengalami situasi serupa di masa depan.

Harapan untuk Masa Depan Pendidik

Rasnal menyampaikan harapannya agar tidak ada lagi diskriminasi terhadap dunia pendidikan di masa depan. Ia berharap pengalaman pahit yang mereka alami dapat dihindari oleh para guru lainnya.

"Semoga ke depan tidak ada lagi kriminalisasi terhadap guru-guru yang sedang berjuang di lapangan," ungkapnya dengan penuh harapan.

Selain itu, ia juga menyoroti rasa takut yang dialami oleh guru-guru di Indonesia saat ini. "Sekarang ini teman-teman guru selalu dihantui bahwa kalau sedikit berbuat salah, selalu ada hukuman-hukuman yang tidak pantas," ujarnya.

Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Rehabilitasi Dua Guru Luwu Utara oleh Presiden: Langkah Menuju Keadilan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!