Risiko Kanker Payudara Terkait Penggunaan Pewarna dan Alat Pelurus Rambut
Penggunaan pewarna rambut dan alat pelurus rambut berpotensi meningkatkan risiko kanker payudara, menurut para ahli kesehatan.
Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Paparan bahan kimia dalam produk tersebut dapat berkontribusi pada risiko kesehatan serius, khususnya bagi perempuan.
Dokter onkologi radiasi, Chirag Shah, MD, menyatakan bahwa lebih dari 5.000 bahan kimia terdapat dalam pewarna rambut, termasuk zat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker.
Amina aromatik dan senyawa lainnya, seperti 3-amino-4-metoksianilin, menjadi perhatian utama karena dapat mengganggu kadar hormon dalam tubuh.
Pewarna rambut permanen, yang mendominasi sekitar 80% pasar, diketahui mengandung lebih banyak kimia berbahaya dibandingkan dengan pewarna semi-permanen.
Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail
Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) menegaskan bahwa penggunaan pewarna rambut untuk penggunaan pribadi tidak dapat diklasifikasikan sebagai karsinogenik bagi manusia.
Namun, IARC mencatat bahwa penata rambut yang sering terpapar pewarna rambut menghadapi risiko lebih tinggi, yang termasuk dalam kategori 'kemungkinan karsinogenik'.
Sebuah studi besar dari National Institutes of Health pada tahun 2019 menunjukkan bahwa perempuan yang menggunakan pewarna rambut permanen secara teratur memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan yang tidak menggunakannya.
Studi menunjukkan bahwa penggunaan catokan rambut yang mengandung formaldehida juga berkontribusi pada peningkatan risiko kanker payudara.
Mereka yang menggunakan catokan rambut dalam 12 bulan sebelum penelitian memiliki risiko 18% lebih tinggi untuk mengembangkan kanker payudara.
Frekuensi penggunaan catokan juga menjadi faktor, di mana penggunaan setiap lima hingga delapan minggu meningkatkan risiko hingga 31%.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: