Kategori Berita
Kamis, 06 NOVEMBER 2025 • 14:46 WIB

Pelambatan Pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah di Indonesia pada Kuartal III-2025

Pelambatan Pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah di Indonesia pada Kuartal III-2025Pelambatan Pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah di Indonesia pada Kuartal III-2025

Pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) di Indonesia mengalami pelambatan yang signifikan pada kuartal III-2025, dengan pertumbuhan hanya mencapai 7,39% secara tahunan.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer

Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang mencatat pertumbuhan 7,81% dan juga di bawah angka saat periode yang sama tahun lalu.

Pelambatan Pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah

Survei Harga Properti Residensial (SHPR) dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa pertumbuhan KPR mengalami penurunan yang signifikan. "Total nilai KPR secara tahunan tumbuh sebesar 7,39% (yoy), melambat dibandingkan 7,81% (yoy) pada triwulan sebelumnya," jelas laporan tersebut.

Penurunan ini tidak hanya terlihat dibandingkan kuartal sebelumnya, tetapi juga dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu yang mencapai 10,37%. Hal ini mencerminkan adanya berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap skema kredit rumah.

Ketidakstabilan kondisi ekonomi menjadi faktor yang menghambat masyarakat dalam mengambil risiko investasi di sektor properti. Tingkat minat beli yang rendah ini sangat dipengaruhi oleh situasi finansial yang kurang mendukung.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi

Kenaikan Suku Bunga Kredit Pemilikan Rumah

Dalam laporan yang sama, tercatat bahwa suku bunga KPR mengalami kenaikan menjadi 7,45% per tahun. "Lebih tinggi dari catatan kuartal II-2025 yang sebesar 7,41% dan kuartal III-2024 sebesar 7,44%," hal ini mencerminkan tren peningkatan biaya pinjaman.

Kenaikan suku bunga KPR berpotensi menahan calon pembeli untuk melakukan investasi di sektor perumahan. Masyarakat cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan pembiayaan karena ketidakpastian pasar dan pengeluaran yang terus meningkat.

Kondisi ini memaksa banyak orang untuk menunda rencana pembelian rumah, sehingga memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan sektor properti.

Sumber Pembiayaan Pembangunan Properti Residensial

Analisis terhadap sumber pembiayaan pembangunan properti residensial menunjukkan pola menarik mengenai pengelolaan dana oleh para pengembang. Mayoritas pengembang memilih menggunakan dana internal dengan pangsa sebesar 77,67% dari total sumber pembiayaan.

Sumber dana dari pinjaman perbankan hanya mencakup 16,02%, sementara pembayaran dari konsumen berada di angka 6,31%. Ini menunjukkan tren bahwa pengembang lebih mengandalkan sumber internal ketimbang memanfaatkan kredit dari bank.

Meskipun KPR tetap mendominasi cara pembelian rumah primer dengan pangsa 74,41%, pembayaran rumah secara tunai bertahap dan tunai juga memberikan kontribusi yang signifikan, meskipun lebih rendah.

Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pelambatan Pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah di Indonesia pada Kuartal III-2025

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!