Pemakaman Paku Buwono XIII: Menghormati Tradisi dan Sejarah di Imogiri
Paku Buwono XIII, Raja Keraton Solo, wafat pada 2 November 2025 dan dijadwalkan dimakamkan pada 5 November 2025 di Makam Raja-Raja Mataram, Imogiri, Bantul.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Pemakaman ini merupakan penghormatan yang mendalam terhadap tradisi dan sejarah panjang yang mengelilingi lokasi tersebut.
Makam Imogiri telah menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi raja-raja Mataram sejak lama. Menurut Jurnal Berkala Arkeologi yang ditulis oleh Mimi Savitri, lokasi ini dibangun oleh Sultan Agung pada tahun 1632 Masehi dan dipersembahkan sebagai pajimatan bagi raja-raja.
Kompleks makam terbagi menjadi tiga bagian utama: makam Sultan Agung di tengah, makam raja-raja Kasultanan Yogyakarta di sebelah timur, dan makam raja Kasunanan Surakarta di barat.
Paku Buwono XIII diharapkan akan dimakamkan di Kedhaton Girimulyo, tempat di mana sebagian besar anggota keluarga kaisar sebelumnya berada. Kehadiran Makam Imogiri menjadi simbol warisan budaya dan sejarah bagi masyarakat setempat.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Makam Raja-Raja Imogiri diakui sebagai situs yang dikelola oleh Keraton Yogyakarta dan Surakarta. Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY bertanggung jawab terhadap pemeliharaan dan perawatan lokasi ini, menunjukkan komitmen pelestarian sejarah dan tradisi lokal.
Sultan Agung, pendiri Makam Imogiri, memiliki keinginan untuk dimakamkan di Mekkah. Namun, melalui pendekatan spiritual dan kebijaksanaan Imam Sopini, diputuskan untuk mendirikan makam di Imogiri, menandakan hubungan antara spiritualitas dan tata cara pemakaman dalam tradisi Jawa.
Kisah tentang bola tanah yang dilepaskan oleh Imam Sopini menjadi simbol wisdom lokal yang menghargai kebutuhan komunitas akan akses ke tempat peristirahatan raja.
Pemakaman Paku Buwono XIII akan dimulai dengan serangkaian ritual adat yang penting, sebelum jenazah dibawa ke Bukit Merak. GKR Wandansari Koes Moertiyah, adik dari PB XIII, menyatakan bahwa upacara akan dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB pada hari yang ditentukan.
Proses ini mencerminkan atribut formalitas dalam pemakaman sekaligus menggabungkan elemen-elemen ritual yang menciptakan koneksi antara dunia hidup dan arwah para raja.
Keterlibatan masyarakat dalam prosesi pemakaman menunjukkan bahwa tradisi ini menjadi bagian integral dari identitas kolektif masyarakat yang lebih luas, bukan hanya milik keraton.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video Parodi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: