Peluncuran Rudal Strategis Korea Utara di Laut Kuning Menyusul Agenda APEC
Korea Utara telah melaksanakan uji peluncuran rudal jelajah strategis di Laut Kuning pada hari Selasa, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita resmi KCNA pada Rabu waktu setempat.
Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail
Peluncuran ini terjadi menjelang kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Korea Selatan untuk menghadiri pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) pada akhir pekan ini.
Uji coba rudal dilaksanakan dengan sistem yang ditingkatkan untuk peluncuran dari kapal, ditembakkan secara vertikal dengan waktu terbang lebih dari 7.800 detik di atas Laut Kuning untuk menghancurkan target yang telah ditetapkan.
Meskipun pihak KCNA melaporkan peluncuran tersebut, mereka tidak memberikan informasi lebih lanjut mengenai jarak tempuh rudal atau rincian lainnya.
Kim Jong-un, pemimpin Korea Utara, tidak terlibat dalam pengawasan uji coba ini, dan media lokal juga tidak melaporkan mengenai peluncuran yang kontroversial ini.
Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Menurut sumber dari kantor berita Korsel, Yonhap, peluncuran ini dipandang sebagai respon terhadap pernyataan Trump yang mengungkapkan keinginannya untuk bertemu dengan Kim Jong-un selama kunjungannya.
Pak Jong-chon, wakil ketua Komisi Militer Pusat Partai Pekerja Korea, menjelaskan bahwa keberhasilan peluncuran ini merupakan langkah untuk menempatkan kekuatan nuklir Korut pada 'dasar praktis'.
Ia menyatakan, 'Misi kita adalah memperkuat postur tempur nuklir secara berkelanjutan' dan menekankan perlunya melakukan pengujian terhadap sarana ofensif strategis yang dimiliki.
Selama peninjauan terhadap peluncuran, Pak juga menyaksikan latihan awak yang akan mengoperasikan dua kapal perusak baru berbobot 5.000 ton, yaitu Choe Hyon dan Kang Kon.
Sistem persenjataan yang terintegrasi dengan kapal perusak ini menjadi bagian dari upaya Korea Utara untuk memperkuat kemampuan militernya menghadapi tantangan global.
Meningkatnya aktivitas militer Korut, termasuk uji coba rudal, juga menunjukkan ketidakpastian yang meningkat di kawasan tersebut, khususnya dengan adanya faktor eksternal seperti kunjungan pemimpin asing.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: