Kategori Berita
Senin, 27 OKTOBER 2025 • 15:05 WIB

Memahami Malaria: Penyebab, Gejala dan Upaya Pencegahan di Indonesia

Memahami Malaria: Penyebab, Gejala dan Upaya Pencegahan di IndonesiaMemahami Malaria: Penyebab, Gejala dan Upaya Pencegahan di Indonesia

Malaria merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Di Indonesia, isu malaria masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah terpencil.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik

Gejala malaria dapat beragam, mulai dari demam hingga nyeri otot. Namun, upaya pencegahan dan pengobatan yang tepat dapat membantu menanggulangi penyakit ini.

Penyebab Malaria

Malaria diakibatkan oleh parasit dari genus Plasmodium, dengan Plasmodium falciparum sebagai yang paling umum. Parasit ini masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Anopheles yang terinfeksi.

Setelah berada di dalam darah, parasit berkembang biak di dalam sel darah merah, menimbulkan berbagai gejala. Selain melalui gigitan nyamuk, malaria juga dapat ditularkan melalui transfusi darah, penggunaan jarum suntik terkontaminasi, atau dari ibu ke anak selama proses persalinan.

Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail

Gejala Malaria

Gejala malaria umumnya muncul antara 10 hingga 15 hari pasca infeksi, meski dapat muncul lebih cepat. Penderita biasanya mengalami demam tinggi, menggigil, sakit kepala, dan nyeri otot.

Kondisi ini dapat memburuk jika tidak segera ditangani, berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti anemia atau gangguan organ dalam. Oleh karena itu, pemahaman terhadap gejala malaria sangat penting untuk diagnosis awal dan penanganan yang tepat.

Pencegahan dan Pengobatan Malaria

Pencegahan malaria dapat dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk, misalnya menggunakan kelambu berinsektisida saat tidur dan mengenakan pakaian yang melindungi tubuh. Selain itu, penggunaan obat profilaksis sangat disarankan bagi individu yang berisiko tinggi.

Dalam pengobatan, terdapat beberapa obat antimalaria yang efektif, seperti Artemisinin dan Chloroquine. Efektivitas obat-obatan ini sangat bergantung pada jenis plasmodium yang menginfeksi serta tingkat resistensinya.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Memahami Malaria: Penyebab, Gejala dan Upaya Pencegahan di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!