Penertiban Kios Pedagang di Pasar Barito oleh Pemerintah Kota Jakarta Selatan
Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) melaksanakan operasi penertiban kios pedagang di Pasar Barito yang dimulai sejak pagi hari ini. Kegiatan ini melibatkan alat berat dan kerjasama antara Satpol PP, Polres Metro Jakarta Selatan, serta TNI.
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat
Proses penertiban dimulai pukul 05.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Jakarta Selatan. Hingga pukul 07.00 WIB, kios-kios pedagang di Pasar Barito telah dibongkar, sementara petugas keamanan menjaga lancarnya lalu lintas di lokasi.
Proses penertiban kios pedagang dimulai pada pukul 05.00 WIB di sekitar Jalan Barito 1. Pembinaan apel dilakukan oleh Wali Kota Jakarta Selatan untuk memastikan kelancaran operasi tersebut.
Sekretaris Kota Jakarta Selatan, Mukhlisin, menjelaskan bahwa tujuan utama dari penertiban ini adalah untuk menertibkan area demi kepentingan masyarakat. 'Kami ingin memastikan bahwa lingkungan ini aman dan tertib bagi semua,' tambahnya.
Hingga pukul 07.00 WIB, ekskavator di lokasi berhasil membongkar kios-kios pedagang yang ada. Sementara itu, petugas keamanan turut mengatur lalu lintas di sekitar area penertiban untuk menjaga situasi tetap aman.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Pemkot Jaksel sebelumnya telah memberikan Surat Peringatan Terakhir (SP3) kepada para pedagang yang terkena dampak penertiban. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi mereka untuk bersiap sebelum penertiban dilaksanakan.
Upaya relokasi dilakukan secara humanis dengan menyediakan lokasi sementara bagi para pedagang. Lokasi-lokasi tersebut termasuk JS 25, 26, 30 di Jalan Barito dan 96 di Jalan Gandaria Tengah III.
Pemkot juga menyediakan kendaraan operasional untuk membantu proses pemindahan para pedagang yang diundang untuk pindah ke Sentra Fauna di Kelurahan Lenteng Agung, agar mereka tetap dapat berjualan di lokasi yang baru.
Penertiban kios pedagang ini berkaitan erat dengan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengintegrasikan tiga taman di Jakarta Selatan. Rencana ini akan menggabungkan Taman Leuser, Taman Ayodya, dan Taman Langsat.
Proyek tersebut ditargetkan selesai pada bulan Desember 2025 dan akan dinamai Taman Bendera Pusaka. 'Kami berharap proyek ini dapat meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat,' ujar seorang pejabat Pemprov DKI.
Langkah ini diharapkan tidak hanya memberikan keindahan, tetapi juga menjadi ruang publik yang memberikan manfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: