Kategori Berita
Minggu, 26 OKTOBER 2025 • 23:50 WIB

Evolusi Praktik Santet: Dari Tradisi ke Era Digital

Evolusi Praktik Santet: Dari Tradisi ke Era DigitalEvolusi Praktik Santet: Dari Tradisi ke Era Digital

Santet, sebuah praktik mistis yang telah ada sejak lama, kini mengalami transformasi signifikan seiring dengan kemajuan teknologi. Dari metode tradisional yang melibatkan alat-alat sederhana, santet telah merambah ke ranah digital melalui media sosial.

Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota

Kehadiran platform online memberikan ruang baru bagi penyebaran informasi dan diskusi seputar praktik ini. Masyarakat semakin bertanya-tanya mengenai pengaruh teknologi terhadap cara pelaksanaan dan persepsi santet di Indonesia.

Santet Tradisional: Antara Mitos dan Kenyataan

Santet di Indonesia telah dikenal luas sebagai praktik yang melibatkan ilmu hitam dan energi negatif. Biasanya, pelaku santet menggunakan benda-benda seperti jarum, garam, atau objek lain untuk menghantarkan niat buruk kepada target.

Guna-guna yang dipercayai dapat berpusat pada keinginan individu yang terluka atau menderita. Bagi banyak warga, santet diyakini dapat menimbulkan berbagai masalah, mulai dari penyakit fisik hingga rasa sedih yang mendalam.

Meskipun banyak yang skeptis dengan tuntutan ilmiah, praktik ini tetap bertahan karena pengaruh budaya yang kuat di kalangan masyarakat. Ini menunjukkan bahwa praktik santet masih relevan dalam konteks modern sekalipun.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video Parodi

Transisi ke Era Digital: Santet di Media Sosial

Dengan kemajuan teknologi, santet tidak lagi terbatas pada dunia nyata. Media sosial kini berfungsi sebagai platform baru untuk penyebaran informasi dan diskusi mengenai santet.

Platform seperti Facebook dan forum komunitas online sering dimanfaatkan untuk berbagi pengalaman serta saling memperingatkan tentang potensi santet. Di tempat seperti ini, pengguna sering kali berbagi tips atau dukungan mengenai cara mencegah santet.

Beberapa individu bahkan mengklaim mampu melakukan santet secara virtual, menggunakan gambar atau nama target yang diunggah di media sosial. Pendekatan baru ini menciptakan cara baru bagi masyarakat untuk memandang praktik mistis ini.

Implikasi dan Dampak di Masyarakat

Transformasi santet ke dalam bentuk digital mengundang dampak sosial yang beragam. Beberapa pengguna merasa lebih nyaman untuk mendiskusikan praktik ini di platform online, sementara yang lainnya merasakan ancaman dari kemungkinan penyebaran informasi yang salah.

Sebuah kejadian di TikTok baru-baru ini menunjukkan seorang pengguna yang mengaku bisa melakukan santet hanya melalui video pendek. Hal ini menunjukkan tantangan baru bagi individu dan komunitas dalam menghadapi praktik semacam ini.

Di sisi lain, konten viral dapat memicu rasa ketakutan dan paranoia dalam masyarakat. Praktik semacam ini berpotensi memperburuk kondisi sosial dan menciptakan ketidakpercayaan di antara anggota komunitas.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Evolusi Praktik Santet: Dari Tradisi ke Era Digital

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!