Kategori Berita
Jumat, 24 OKTOBER 2025 • 17:17 WIB

Dari Selat Malaka ke Layar Lebar: Kisah Heroik TNI AL di Film 'The Hostage’s Hero'

Dari Selat Malaka ke Layar Lebar: Kisah Heroik TNI AL di Film The Hostage’s HeroDari Selat Malaka ke Layar Lebar: Kisah Heroik TNI AL di Film 'The Hostage’s Hero'

Dua dekade silam, Selat Malaka menjadi lokasi operasi heroik yang dipimpin oleh Letkol Laut (P) Achmad Taufiqoerrochman dalam membebaskan 36 sandera dari pembajakan kapal tanker MT Pematang milik Pertamina.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik

Kisah ini kini diangkat ke layar lebar dalam film berjudul 'The Hostage’s Hero', yang dijadwalkan tayang pada Januari 2026.

Adaptasi dari Operasi Nyata TNI AL

Film ini merupakan adaptasi dari peristiwa yang berlangsung pada tahun 2004, di mana Letkol Taufiqoerrochman berhasil memimpin operasi penyelamatan dari pembajakan kapal tanker di perairan Indonesia.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama Tunggul, mengonfirmasi bahwa film ini adalah representasi profesionalisme prajurit TNI AL.

Tunggul menambahkan, "Film ini memuat kisah heroik penyelamatan kapal tanker dari aksi pembajakan," dalam sebuah konferensi pers yang diadakan untuk memperkenalkan film tersebut.

Ia juga menerangkan bahwa film ini menerima dukungan fasilitas dari TNI AL untuk memastikan akurasi dalam menggambarkan cerita.

Operasi yang Berhasil tanpa Pasukan Khusus

Dalam misi pembebasan sandera, Taufiqoerrochman memanfaatkan awak dari KRI Karel Satsuitubun-356 untuk menjalankan operasi tanpa melibatkan pasukan khusus.

Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota

Ia mengenang, "Belum pernah ada operasi pembebasan sandera di laut yang berhasil 100 persen," menegaskan bahwa semua sandera berhasil diselamatkan tanpa ada korban jiwa.

Menyinggung keputusan yang diambil, Taufiqoerrochman mengakui bahwa pendekatannya dianggap berisiko tinggi oleh banyak pihak, namun hal tersebut menjadi satu-satunya cara untuk menjaga keselamatan sandera.

Sebagai pengakuan atas dedikasinya, Taufiqoerrochman kemudian dianugerahi pangkat Laksamana (Kehormatan).

Lebih dari Sebuah Film Aksi

Film ini tidak hanya fokus pada ketegangan, tetapi juga menampilkan elemen kemanusiaan, kepemimpinan, dan dilema yang dihadapi oleh prajurit di medan perang.

Revo S. Ruru, selaku sutradara, menggambarkan film ini sebagai drama kemanusiaan yang menunjukkan dampak dari keputusan seorang komandan di lapangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Dari Selat Malaka ke Layar Lebar: Kisah Heroik TNI AL di Film 'The Hostage’s Hero'

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!