Kubu Roy Suryo Dapatkan Salinan Ijazah Presiden Joko Widodo dari KPU RI
Kubu Roy Suryo semakin yakin tentang klaim mereka mengenai keabsahan ijazah Presiden Joko Widodo setelah menerima salinan fotokopi ijazah dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.
Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Roy Suryo menyatakan bahwa temuan ini berpotensi mengindikasikan adanya kepalsuan pada ijazah yang dimiliki Presiden.
Pada tanggal 24 Oktober 2025, Roy Suryo dan timnya menerima salinan fotokopi ijazah Joko Widodo yang telah dilegalisir oleh KPU RI. Penerimaan dokumen ini dianggap sebagai langkah strategis dalam upaya mereka untuk membuktikan klaim terkait keabsahan ijazah Presiden.
Roy Suryo menekankan, 'Sangat signifikan anehnya, bisa mengarah bahwa terjadi 'kepalsuan', kata kuncinya itu.' Pernyataan ini mencerminkan keyakinan mereka akan adanya bukti yang mendukung klaim tersebut.
Salinan ijazah yang diterima menunjukkan beberapa informasi yang dicoreti oleh KPU, termasuk nomor ijazah dan tanda tangan pejabat berwenang. Hal ini menimbulkan protes dari kubu Roy Suryo yang meminta KPU untuk membuka seluruh informasi tersebut kepada publik.
Roy juga menyoroti pentingnya transparansi dalam proses ini dengan menyatakan, 'Harusnya ijazah itu dibuka, kalau KTP ya, baik ya itu boleh dikecualikan karena KTP itu ada NIK-nya.'
Roy Suryo mengungkap adanya perbedaan yang signifikan antara data dalam ijazah KPU dan yang dimiliki oleh timnya. Dia berpendapat bahwa perbedaan ini dapat memperkuat argumen bahwa ijazah Presiden Joko Widodo tidak sah.
Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan
Meskipun Roy mengklaim memiliki data yang berbeda, ia tidak memberikan rincian spesifik terkait informasi yang dimaksud. Dia menyebutkan, 'Ini adalah hasil dari BIN, Badan Intelijen Netizen,' mengindikasikan sumber informasi yang mereka miliki.
Keberadaan ketidakcocokan informasi ini menimbulkan kekhawatiran tentang validitas ijazah yang merupakan dokumen penting dalam dunia politik. Roy Suryo menegaskan keyakinannya bahwa bukti yang mereka miliki mendukung tesis bahwa ijazah tersebut adalah palsu.
Sementara itu, pihak yang setia kepada Jokowi secara tegas membantah tuduhan-tuduhan ini dan menyatakan bahwa upaya tersebut hanya berfungsi untuk mendiskreditkan pemimpin yang sedang menjabat.
Tuduhan mengenai keaslian ijazah Presiden Joko Widodo telah menimbulkan kontroversi luas di kalangan masyarakat. Banyak yang mempertanyakan motivasi di balik tuduhan kubu Roy Suryo dan dampaknya terhadap kepercayaan publik terhadap sistem pemilihan.
Pengamat politik mengingatkan bahwa tuduhan tanpa bukti konkret dapat merusak reputasi tokoh yang dituduh serta institusi yang terlibat. Salah seorang analis menyatakan, 'Kampanye negatif semacam ini hanya akan memperburuk suasana politik menjelang pemilihan.'
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: