Kategori Berita
Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 14:52 WIB

Menko AHY Tunggu Arahan Presiden Prabowo Terkait Utang Kereta Cepat Whoosh

Menko AHY Tunggu Arahan Presiden Prabowo Terkait Utang Kereta Cepat WhooshMenko AHY Tunggu Arahan Presiden Prabowo Terkait Utang Kereta Cepat Whoosh

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu arahan dari Presiden Prabowo Subianto terkait utang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mengembangkan berbagai opsi untuk menyelesaikan utang tersebut sehingga tidak menghambat rencana pengembangan konektivitas lainnya.

Opsi Pelunasan Utang yang Dikhawatirkan

AHY mengungkapkan bahwa pemerintah belum dapat memberikan kesimpulan final mengenai opsi-opsi yang dapat ditempuh untuk melunasi utang Kereta Cepat Whoosh, karena proses perhitungan masih dilakukan.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai kementerian untuk menemukan solusi yang berkelanjutan dalam penyelesaian utang yang mencapai Rp 116 triliun ini.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025

Rapat Kerja dan Kolaborasi Antarkementerian

Dalam upaya menyelesaikan masalah ini, AHY menginformasikan bahwa pihaknya telah mengadakan rapat dengan Danantara, Kementerian Perhubungan, dan KAI untuk membahas restrukturisasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Rapat tersebut difokuskan untuk memastikan bahwa utang tidak menghambat skema pengembangan jaringan kereta cepat menuju Surabaya.

Penolakan Penggunaan APBN untuk Menangani Utang

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa utang proyek KCIC tidak akan dibebankan kepada APBN, melainkan menjadi tanggung jawab Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terlibat dalam proyek tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Danantara telah memiliki manajemen dan dividen sendiri yang cukup besar, sehingga tidak seharusnya mengandalkan uang negara untuk menutupi kekurangan pembiayaan proyek.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Menko AHY Tunggu Arahan Presiden Prabowo Terkait Utang Kereta Cepat Whoosh

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!