Perbedaan Penyusutan Volume Otak antara Laki-laki dan Perempuan: Temuan Baru dalam Penelitian
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) menunjukkan bahwa otak laki-laki cenderung menyusut lebih cepat dibandingkan otak perempuan seiring pertambahan usia.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025
Temuan ini berpotensi mengubah pemahaman kita mengenai risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.
Penelitian dipimpin oleh Anne Ravndal dari Universitas Oslo, yang melakukan analisis terhadap lebih dari 12.000 pemindaian otak dari peserta berusia 17 hingga 95 tahun. Setiap subjek menjalani setidaknya dua pemindaian MRI dengan interval rata-rata sekitar tiga tahun untuk mendapatkan data yang akurat.
Hasil analisis menunjukkan bahwa laki-laki mengalami penurunan yang lebih signifikan dalam banyak wilayah otak dibandingkan perempuan, terutama di bagian korteks. Ini mengindikasikan bahwa penuaan otak laki-laki memiliki pola yang berbeda dibandingkan perempuan.
Sebagai langkah selanjutnya, studi ini mengajukan pentingnya mempertimbangkan perbedaan jenis kelamin saat menilai resiko penyakit otak seiring bertambahnya usia.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari
Menurut Ravndal, "Jika otak perempuan mengalami penurunan lebih banyak, hal itu bisa jadi menjelaskan tingginya prevalensi Alzheimer." Penurunan volume otak yang signifikan pada pria membuka diskusi tentang fisiologi penuaan yang berbeda antara jenis kelamin.
Namun, penting untuk diingat bahwa penelitian ini masih memerlukan interpretasi yang hati-hati. Hasil yang diperoleh mencerminkan fenomena kompleks yang perlu diteliti lebih lanjut.
Dalam konteks klinis, temuan ini dapat membantu dalam pengembangan strategi pencegahan dan perawatan bagi individu yang berisiko tinggi terhadap penyakit neurodegeneratif.
Meskipun banyak penelitian telah dilakukan mengenai biologi penuaan otak, terdapat ketimpangan signifikan dalam pertimbangan jenis kelamin. Hanya lima persen studi yang mempertimbangkan faktor ini dalam hasil yang diperoleh.
Berbagai penelitian menunjukkan hasil yang berbeda—ada yang berpendapat bahwa laki-laki mengalami penurunan lebih drastis pada materi abu-abu, sementara yang lain justru sebaliknya. Ini menunjukkan bahwa terdapat perlunya pemahaman yang lebih mendalam tentang perbedaan ini.
Dengan memahami lebih lanjut, diharapkan dapat ditemukan pengobatan yang lebih efisien dan pendekatan yang lebih tepat dalam menangani penyakit otak.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: