Teguran Presiden Prabowo: Sapaan atau Peringatan di Rapat Kabinet?
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan seringnya ia menerima teguran dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan bahwa teguran tersebut lebih bersifat informal, sebagai sapaan ramah dalam rapat.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Dalam wawancara dengan media di kediaman Prabowo, Bahlil menjelaskan bahwa interaksi disertai canda dan humor seringkali menghiasi pertemuan resmi, menciptakan komunikasi yang positif antara para menteri.
Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa teguran dari Prabowo lebih kepada sapaan ramah dan interaksi positif selama pertemuan. Dia menyatakan, 'Tegur apa? Ya saya setiap dipanggil pasti ditegur. Ditegur sapa, ditegur sayang, ditegur perintah'.
Kehangatan dalam rapat merupakan bagian dari pendekatan kepemimpinan Prabowo, yang menurut Bahlil, memfasilitasi komunikasi antar menteri. Ia menegaskan, 'Dan bapak presiden kan orangnya sangat terbuka...', menunjukkan pentingnya komunikasi yang baik untuk menjaga harmonisasi kerja di kabinet.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer
Presiden Prabowo Subianto juga memberikan perhatian serius terhadap kinerja para menterinya, dengan penekanan pada integritas dan tanggung jawab. Ia menegaskan akan memberikan konsekuensi reshuffle bagi menteri yang tidak mendengarkan, menyatakan, 'Satu kali peringatan masih nakal, masih nggak mau dengar, dua kali peringatan. Tiga kali, apa boleh buat, reshuffle'.
Penekanan tersebut mencerminkan komitmennya terhadap kualitas kerja kabinet yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menambahkan, 'Yang kasihan rakyat Indonesia', yang menegaskan bahwa fokus utamanya adalah keraja rakyat.
Dalam konteks penolakan terhadap kebijakannya, Prabowo menunjukkan sikap berani untuk menghadapi potensi dampak negatif. Ia menegaskan, 'Saya enggak apa-apa dibenci asal rakyat saya tidak benci saya'.
Menanggapi ancaman demonstrasi dari pihak yang dituduh korup, Prabowo mengingatkan tekadnya untuk melawan, menegaskan, 'Enggak ada urusan, yang penting rakyat Indonesia mendukung saya'. Ia percaya bahwa dukungan rakyat akan memperkuat langkahnya melawan korupsi dan manipulasi, mengatakan, 'Saya tidak ragu-ragu, saya akan hadapi'.
Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: