Kategori Berita
Kamis, 16 OKTOBER 2025 • 10:52 WIB

Kekecewaan Ketum BTN Terhadap Pelatih Timnas Indonesia Pasca Kekalahan dari Irak

Kekecewaan Ketum BTN Terhadap Pelatih Timnas Indonesia Pasca Kekalahan dari IrakKekecewaan Ketum BTN Terhadap Pelatih Timnas Indonesia Pasca Kekalahan dari Irak

Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, setelah tim mengalami kekalahan melawan Irak pada Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer

Pertandingan yang berlangsung di Stadion King Abdullah, Jeddah, pada 12 Oktober 2025, berakhir dengan skor 0-1, yang mengakhiri harapan Indonesia untuk melanjutkan perjuangan di turnamen tersebut.

Keputusan Kontroversial Pelatih Kluivert

Setelah pertandingan melawan Irak, ketidakpuasan Sumardji meningkat ketika Patrick Kluivert dan staf pelatih tetap duduk di bangku cadangan tanpa menemui suporter yang telah mendukung Timnas Indonesia.

Berlawanan dengan sikap Kluivert saat melawan Arab Saudi, di mana ia menghampiri suporter meskipun hasilnya negatif, tindakan tersebut dianggap menunjukkan penghargaan yang berbeda terhadap pendukung.

Sumardji mengutarakan, "Ini yang membuat saya kecewa berat," dan menekankan betapa pentingnya menghargai suporter yang datang jauh untuk memberikan dukungan.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Reaksi Suporter dan Hubungan dengan Tim

Kekecewaan Sumardji mencerminkan perasaan banyak suporter yang merasa terabaikan setelah pelatih tidak menemui mereka pasca kekalahan.

Banyak suporter beranggapan bahwa tindakan Kluivert adalah bentuk pengabaian terhadap dukungan yang telah diberikan, menciptakan jarak emosional antara tim dan pendukung.

Dalam pandangannya, Sumardji menyatakan, "Suporter adalah bagian dari perjalanan tim nasional," menegaskan perlunya tanggung jawab moral dari pelatih dan pemain untuk terhubung dengan penggemar.

Pentingnya Evaluasi Pasca Kekalahan

Kekalahan dari Irak menentukan akhir perjalanan Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026, memicu kebutuhan untuk evaluasi menyeluruh.

Sumardji menekankan pentingnya analisis tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada komunikasi dan kebersamaan yang membangun tim.

Ia mengingatkan bahwa, "Kami harus menghargai mereka, apa pun hasilnya," dan berharap tim dapat belajar dari pengalaman ini demi perbaikan di masa depan.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kekecewaan Ketum BTN Terhadap Pelatih Timnas Indonesia Pasca Kekalahan dari Irak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!