Indonesia Dinobatkan sebagai Negara Paling Bahagia di Dunia
Sebuah studi terbaru dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menyimpulkan bahwa Indonesia menjadi negara paling bahagia di dunia, mengalahkan Jepang dalam perolehan skor kemakmuran. Penelitian ini melibatkan lebih dari 200.000 responden dari 22 negara dan menilai berbagai aspek yang mendukung kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik
Studi ini, yang dilaksanakan oleh Human Flourishing Program, menunjukkan bahwa faktor kemakmuran tidak hanya ditentukan oleh kekayaan ekonomi tetapi juga oleh hubungan sosial yang kuat. Temuan ini menciptakan gambaran baru tentang kebahagiaan di negara-negara tersebut dan bagaimana hal ini dapat mendorong kebijakan ke depan.
Studi ini dijalankan oleh beberapa institusi terkemuka, termasuk Baylor University dan Gallup. Metode yang digunakan melibatkan survei untuk mengevaluasi beberapa faktor kemakmuran, seperti stabilitas keuangan dan keterlibatan sosial.
Data yang diakumulasi dalam penelitian ini melibatkan partisipasi lebih dari 200.000 responden, yang mewakili lebih dari separuh populasi global. Setiap negara berkontribusi dengan jumlah partisipasi yang disesuaikan dengan ukuran populasi dan keragaman masing-masing.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan
Analisis terhadap informasi yang terkumpul menunjukkan bahwa Indonesia berhasil meraih skor kemakmuran tertinggi dibandingkan negara lain yang diteliti. Selain Indonesia, negara dengan skor tinggi lainnya termasuk Meksiko, Filipina, dan Israel.
Sebaliknya, Jepang menempati posisi terendah dalam perolehan skor kemakmuran ini. Turki, yang berada di peringkat kedua terbawah, menyoroti fakta bahwa tidak semua negara yang memiliki kemakmuran baik mampu mencatatkan tingkat kebahagiaan yang tinggi.
Penelitian ini mencatat bahwa sejumlah negara dengan tingkat kemakmuran yang tinggi tidak selalu memiliki kekayaan ekonomi yang besar. Namun, mereka cenderung kaya akan hubungan sosial, termasuk pernikahan dan keterlibatan dalam komunitas.
"Sebagian besar negara yang melaporkan tingkat kemakmuran komposit keseluruhan yang tinggi mungkin tidak kaya secara ekonomi, tetapi mereka cenderung kaya dalam hal persahabatan, pernikahan, dan keterlibatan komunitas, terutama dalam komunitas keagamaan," ujar Tyler VanderWeele.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: