Kategori Berita
Selasa, 14 OKTOBER 2025 • 11:03 WIB

Kemajuan dalam Identifikasi Korban Tragedi Runtuhnya Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo

Kemajuan dalam Identifikasi Korban Tragedi Runtuhnya Pondok Pesantren Al-Khoziny di SidoarjoKemajuan dalam Identifikasi Korban Tragedi Runtuhnya Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur melaporkan kemajuan signifikan dalam identifikasi korban tragedi runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China

Hingga Senin (13/10/2025), dua jenazah kembali berhasil diidentifikasi, menambah total korban yang teridentifikasi menjadi 55 dari 67 kantong jenazah yang diterima.

Kemajuan Identifikasi Korban

Kabiddokkes Polda Jawa Timur Kombes Pol M. Khusnan Marzuki menjelaskan bahwa identifikasi dilakukan melalui langkah penting dalam memastikan kepastian bagi keluarga korban.

Pada tanggal yang sama, dua kantong jenazah berhasil diidentifikasi dengan hasil yang sesuai dengan data ante mortem, yaitu Khafa Ahmad Maulana dan Irham Ghifari.

Dengan tambahan dua korban ini, kini 55 dari total 67 kantong jenazah yang diterima telah teridentifikasi, sementara delapan korban masih belum ditemukan dan sembilan kantong lainnya menunggu pemeriksaan.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan

Proses dan Metode Identifikasi

Proses identifikasi melibatkan pemeriksaan DNA, medis, serta kecocokan barang milik korban yang ditemukan di lokasi kejadian untuk memastikan identitas jenazah.

Kombes Khusnan menekankan pentingnya kehati-hatian dan ketelitian dalam setiap langkah proses ini, di mana hasil diperoleh berdasarkan data dan teknik yang valid.

Tim DVI Polda Jawa Timur terus berkolaborasi dengan Pusdokkes Polri untuk mempercepat proses, dengan harapan hasil yang akurat dapat segera diberikan kepada keluarga.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Kombes Khusnan juga menyebutkan bahwa di kamar jenazah masih terdapat sembilan kantong yang menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut, di mana beberapa di antaranya merupakan potongan tubuh.

Ia mengungkapkan harapan agar proses identifikasi dapat selesai dalam tiga hingga empat hari ke depan, tergantung pada kondisi sampel yang ada.

Dengan komitmen tim DVI dan dukungan instansi terkait, proses identifikasi dilakukan dengan profesionalisme tinggi untuk memberikan kepastian kepada seluruh keluarga korban.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kemajuan dalam Identifikasi Korban Tragedi Runtuhnya Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!