Kategori Berita
Senin, 13 OKTOBER 2025 • 13:09 WIB

Dampak Polusi Udara dan Asap Rokok terhadap Kesehatan Anak di Indonesia

Dampak Polusi Udara dan Asap Rokok terhadap Kesehatan Anak di IndonesiaDampak Polusi Udara dan Asap Rokok terhadap Kesehatan Anak di Indonesia

Polusi udara dan asap rokok menjadi ancaman serius bagi tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan, seperti yang diungkap dalam seminar pada Kamis (9/10/2025). Para ahli kesehatan anak memperingatkan mengenai risiko-risiko signifikan yang dapat memengaruhi kesehatan anak di masa depan.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), menekankan pentingnya bagi orang tua untuk menyadari dampak negatif dari polusi udara dan asap rokok terhadap kesehatan anak-anak mereka.

Dampak Polusi Udara Sejak Dalam Kandungan

Polusi udara tidak hanya menyebabkan gangguan pernapasan, tetapi juga berpotensi mengganggu pertumbuhan janin. Dokter spesialis anak, Dr. Cynthia Centauri, Sp.A, Subsp. Resp(K) dari IDAI, menjelaskan bahwa polutan seperti partikulat halus (PM2.5) dapat masuk ke dalam aliran darah ibu hamil.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan polusi selama kehamilan dapat menyebabkan berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, dan gangguan pada perkembangan otak. "Paparan polusi udara juga dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik dan autisme pada anak," ungkap Dr. Cynthia.

Fakta ini menunjukkan bahwa polusi udara memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas hidup anak-anak di Indonesia, sehingga menjadikannya sebagai sebuah masalah yang mendesak untuk ditangani.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari

Bahaya Asap Rokok di Sekitar Anak

Asap rokok menunjukkan bahaya yang signifikan dan berkontribusi besar terhadap gangguan kesehatan anak. Dalam seminar tersebut, Dr. Cynthia menjelaskan bahwa anak-anak dapat terpapar asap rokok melalui tiga jenis paparan: perokok aktif, perokok pasif, dan residu asap.

"Paparan dari ibu perokok selama kehamilan terbukti dapat menurunkan panjang badan bayi dan meningkatkan risiko stunting," tegas Dr. Cynthia.

Anak-anak yang tinggal dengan perokok juga lebih rentan mengalami infeksi saluran napas yang berulang dan gangguan kognitif. "Rokok elektronik juga tidak menjadi solusi aman, karena tetap mengandung nikotin yang berisiko," lanjutnya.

Risiko Gangguan Kognitif dan Kesehatan Mental

Paparan jangka panjang terhadap polusi dan asap rokok telah dikaitkan dengan risiko gangguan kognitif yang serius. Dr. Cynthia menegaskan bahwa partikel halus PM2.5 dapat menembus sawar darah otak dan memicu peradangan.

"Anak-anak yang tinggal di lingkungan berpolusi tinggi memiliki kemampuan kognitif yang lebih rendah dan tingkat kehadiran sekolah yang buruk," paparnya.

Dampak ini berpotensi memengaruhi prestasi akademik serta kemampuan sosial anak, menciptakan tantangan tambahan bagi generasi mendatang.

Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Dampak Polusi Udara dan Asap Rokok terhadap Kesehatan Anak di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!