Kategori Berita
Jumat, 10 OKTOBER 2025 • 18:01 WIB

Jatuhnya Satelit Starlink: Tantangan Baru bagi Keselamatan Bumi

Jatuhnya Satelit Starlink: Tantangan Baru bagi Keselamatan BumiJatuhnya Satelit Starlink: Tantangan Baru bagi Keselamatan Bumi

Ambisi Elon Musk untuk mengisi orbit Bumi dengan konstelasi satelit Starlink menimbulkan masalah baru berupa jatuhnya satelit-satelit tersebut ke permukaan Bumi secara berkala.

Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik

Ahli astrofisika Jonathan McDowell mengungkapkan bahwa setiap hari terdapat 1-2 satelit Starlink yang jatuh, dan jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan peluncuran satelit baru.

Jumlah Satelit yang Jatuh Terus Meningkat

Jonathan McDowell, ahli astrofisika di Smithsonian, menyatakan bahwa siklus hidup setiap satelit Starlink diperkirakan sekitar lima tahun.

Dengan perhitungan tersebut, McDowell menyimpulkan bahwa lima satelit usang akan jatuh setiap harinya, yang berpotensi menambah risiko bagi permukaan Bumi.

Sejak peluncuran pertamanya pada 2019, SpaceX telah meluncurkan sekitar 8.000 satelit Starlink sebagai infrastruktur internet.

Namun, jumlah peluncuran ini menyebabkan potensi jatuhnya satelit semakin meningkat, menciptakan tantangan baru bagi keselamatan manusia dan lingkungan.

Risiko Serpihan dan Implikasi Lingkungan

Laporan dari Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) memperkirakan bahwa sekitar 28.000 serpihan satelit akan menembus atmosfer setiap tahun pada 2025.

Baca juga: Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Ditangkap: Tuduhan Provokasi dan Tindakan Anarkis

Dengan meningkatnya jumlah serpihan tersebut, risiko terhadap keselamatan manusia pun meningkat, dengan kemungkinan 61 persen cedera atau bahkan kematian akibat serpihan satelit.

Selain risiko tersebut, proses pembakaran satelit saat memasuki atmosfer juga berpotensi memproduksi elemen logam yang bisa merusak lapisan ozon.

McDowell menekankan, 'Ketidakpastian soal masalah ini cukup besar, ada kemungkinan seluruh atmosfer lapisan atas rusak.'

Sindrom Kessler: Ancaman yang Lebih Besar

Di balik jatuhnya satelit, ada ancaman yang lebih besar, yaitu sindrom Kessler, yang terjadi akibat orbit yang padat dengan satelit.

Ketika beberapa satelit bertabrakan, dampaknya dapat memicu serangkaian tabrakan antara satelit lainnya, yang pada gilirannya menghasilkan lebih banyak sampah di orbit.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Jatuhnya Satelit Starlink: Tantangan Baru bagi Keselamatan Bumi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!