Kategori Berita
Jumat, 10 OKTOBER 2025 • 16:45 WIB

Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Perencanaan Liburan oleh Generasi Muda

Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Perencanaan Liburan oleh Generasi MudaPenggunaan Kecerdasan Buatan dalam Perencanaan Liburan oleh Generasi Muda

Kecerdasan Buatan (AI) semakin berperan penting dalam industri pariwisata, khususnya di kalangan generasi muda di Inggris. Sebuah survei oleh Abta menunjukkan hampir satu dari lima individu berusia 25 hingga 34 tahun kini memanfaatkan AI untuk merancang liburan mereka.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas

Meskipun paket liburan tradisional masih banyak dipilih, tren ini mencerminkan perubahan perilaku yang signifikan di antara milenial dan Gen Z yang lebih tertarik memanfaatkan teknologi untuk mendapatkan inspirasi perjalanan.

Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan Pelancong Muda

Laporan dari Abta, asosiasi industri perjalanan di Inggris, mengungkapkan adanya perubahan signifikan dalam cara generasi muda merencanakan liburan. Menurut survei tersebut, penggunaan AI, seperti ChatGPT, meningkat di kalangan pelancong berusia 25 hingga 34 tahun yang memanfaatkan teknologi ini sebagai alat untuk menemukan destinasi dan aktivitas wisata.

Hasil survei menunjukkan bahwa sekitar 8% responden dewasa di Inggris melaporkan sudah menggunakan AI untuk merencanakan liburan mereka, angka ini meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 4%. Hal ini menandakan adanya ketertarikan yang kuat terhadap teknologi dalam mempermudah proses perencanaan perjalanan.

Abta mengantisipasi bahwa penggunaan teknologi ini akan terus bertumbuh di masa yang akan datang, terutama di kalangan generasi muda yang menginginkan kemudahan dan efisiensi dalam merencanakan perjalanan.

Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni

Perbedaan Antara Generasi dalam Memilih Sumber Perencanaan

Walaupun generasi muda semakin mengandalkan teknologi, generasi yang lebih tua, khususnya mereka yang berusia di atas 55 tahun, cenderung memilih sumber informasi konvensional. Hanya sekitar 3% dari kelompok usia ini yang melaporkan menggunakan AI untuk mencari ide liburan.

Sebagian besar dari mereka masih lebih memilih brosur cetak sebagai referensi, dengan 25% masyarakat Britania masih menggunakan media tradisional tersebut untuk merancang perjalanan mereka. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara dua generasi yang berbeda dalam pendekatan mereka terhadap perencanaan liburan.

Kondisi ini menggambarkan tantangan bagi industri perjalanan dalam mengadaptasi cara pelayanan mereka untuk memenuhi kebutuhan beragam kelompok usia di pasar.

Kesadaran Lingkungan dan Dampaknya terhadap Pilihan Wisata

Dalam survei yang sama, ditemukan bahwa 90% responden berusia 25-34 tahun menganggap liburan penting untuk kesehatan mental mereka. Ini menandakan bahwa generasi muda tidak hanya mencari pengalaman, tetapi juga mengaitkan perjalanan dengan kesejahteraan pribadi.

Generasi muda cenderung memilih hotel dan destinasi berdasarkan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan, dengan 20% menyatakan faktor ini sebagai hal penting, dibandingkan hanya 10% di kelompok usia lainnya. Namun, terdapat skeptisisme mengenai komitmen terhadap lingkungan, terutama jika biaya layanan lebih tinggi.

CEO Jet2, Steve Heapy, mengungkapkan bahwa meskipun banyak kaum muda yang peduli lingkungan, alasan biaya sering kali menjadi penghalang. "Semua orang ingin lebih ramah lingkungan, tapi kalau biayanya lebih mahal, mereka biasanya berpikir dua kali," ujarnya.

Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Perencanaan Liburan oleh Generasi Muda

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!