Kategori Berita
Kamis, 09 OKTOBER 2025 • 21:17 WIB

Status Penyidikan Kasus Ambruknya Mushala Pondok Pesantren Al Khoziny Ditingkatkan

Status Penyidikan Kasus Ambruknya Mushala Pondok Pesantren Al Khoziny DitingkatkanStatus Penyidikan Kasus Ambruknya Mushala Pondok Pesantren Al Khoziny Ditingkatkan

Polda Jawa Timur telah mengubah status kasus ambruknya mushala Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo dari penyelidikan menjadi penyidikan setelah memeriksa 17 saksi.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Peningkatan status ini dilakukan setelah pihak penyidik mengidentifikasi sejumlah individu yang diduga terlibat dalam kejadian tragis tersebut yang mengakibatkan banyak korban jiwa.

Penyelidikan Awal dan Penentuan Status

Penyelidikan mengenai ambruknya mushala dimulai pada tanggal 29 September 2025. Juru bicara Polda Jatim, Kombes Polisi Jules Abraham Abast, mengonfirmasi bahwa gelar perkara telah dilaksanakan untuk menentukan langkah lanjutan.

Hasil gelar perkara memutuskan untuk meningkatkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan. "Kemarin sudah dilakukan gelar perkara yang kemudian hasilnya untuk sejak kemarin juga telah dilakukan peningkatan status dari proses penyelidikan menjadi penyidikan," jelas Jules.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer

Profil Saksi dan Aspek Penyidikan

Kapolda Jatim Irjen Polisi Nanang Avianto menyatakan bahwa saksi yang diperiksa mencakup pengurus ponpes, pihak pemerintah, serta para pakar konstruksi. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kegagalan konstruksi penyebab ambruknya bangunan.

Berdasarkan pernyataan Jules, saksi yang tidak memiliki informasi yang relevan tidak diikutsertakan dalam pemeriksaan. "Kalau dia mungkin hanya mengetahui saja atau mungkin datangnya terlambat, tidak mengetahui persis terkait dengan kejadian pada saat itu, mungkin tidak kita dalami," kata Jules.

Dampak Ambruknya Mushala dan Tindakan Evakuasi

Insiden ambruknya mushala tiga lantai yang terjadi pada sore hari, 29 September 2025, telah menimbulkan 171 korban. Dari jumlah itu, sebanyak 104 orang berhasil diselamatkan, sementara 67 lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Tim SAR Gabungan menyelesaikan proses evakuasi pada hari ke-9 paska kejadian. Badan SAR Nasional (Basarnas) melaporkan bahwa semua korban telah dievakuasi dan diidentifikasi, sambil menyoroti perhatian luas masyarakat terhadap insiden ini dan tuntutan untuk tindakan tegas kepada pihak yang bertanggung jawab.

Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Status Penyidikan Kasus Ambruknya Mushala Pondok Pesantren Al Khoziny Ditingkatkan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!