Kategori Berita
Kamis, 09 OKTOBER 2025 • 14:41 WIB

Penolakan Keikutsertaan Atlet Gimnastik Israel di Jakarta

Penolakan Keikutsertaan Atlet Gimnastik Israel di JakartaPenolakan Keikutsertaan Atlet Gimnastik Israel di Jakarta

Rencana keikutsertaan atlet gimnastik Israel dalam Kejuaraan Senam Artistik Dunia yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 19-25 Oktober 2025, telah menuai penolakan dari berbagai elemen masyarakat Indonesia.

Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz

Penolakan ini dinyatakan oleh organisasi keagamaan, partai politik, dan lembaga legislatif sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan Palestina.

Reaksi Organisasi Islam Terhadap Kehadiran Atlet Israel

Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Sekretaris Jenderal Amirsyah Tambunan menyerukan penolakan terhadap partisipasi tim senam artistik Israel. Ia menuturkan, 'Sebaiknya ditolak karena argumen saya sesuai dengan amanat konstitusi, bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa.'

Amirsyah menambahkan bahwa penolakan ini juga penting untuk menjaga nama baik olahraga Indonesia di mata dunia. Keberadaan negara yang terlibat dalam konflik seperti Israel dianggap dapat mencoreng reputasi olahraga di nasional.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. 'Komitmen ini jangan diganggu oleh siapapun,' ujarnya.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Sikap Partai Politik dan DPR Terhadap Keikutsertaan Atlet Israel

Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta dari PKS, mendesak pemerintah untuk bersikap tegas. 'Sebagai pelaku genosida brutal terhadap warga Gaza, Palestina, Israel tidak seharusnya diberi panggung dalam ajang olahraga dunia,' tegasnya.

Sukamta menilai bahwa izin bagi atlet Israel untuk bertanding di Indonesia akan mencederai amanat konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan. Hal ini menunjukkan bahwa sikap tegas terhadap isu-isu kemanusiaan tetap dipertahankan.

Dari pihak DPP PDIP, Juru Bicara Guntur Romli, menyatakan bahwa penolakan terhadap atlet Israel sejalan dengan sikap partai terhadap Timnas Israel di Piala Dunia U20 tahun 2023. Ini mengindikasikan konsistensi dalam posisi partai mengenai isu dukungan terhadap Palestina.

Kedudukan Gubernur DKI Jakarta dalam Isu Ini

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan tidak akan mengizinkan kehadiran atlet Israel di Jakarta. Ia berharap penyelenggara berpikir seribu kali sebelum melibatkan atlet dari negara tersebut.

Pramono menilai bahwa kehadiran tim senam artistik Israel dalam kondisi saat ini tidak membawa manfaat. 'Pasti akan memicu kemarahan publik,' ungkapnya dengan tegas.

Ia juga mengingatkan pernyataan Presiden Prabowo Subianto di Majelis Umum PBB yang menyatakan dukungannya terhadap rakyat Palestina, menyoroti keterkaitan antara kebijakan internasional dan rasa solidaritas di dalam negeri.

Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Penolakan Keikutsertaan Atlet Gimnastik Israel di Jakarta

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!