Kategori Berita
Rabu, 08 OKTOBER 2025 • 21:20 WIB

Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Kebocoran Data Anggota Polri oleh Peretas Bjorka

Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Kebocoran Data Anggota Polri oleh Peretas BjorkaPolda Metro Jaya Selidiki Dugaan Kebocoran Data Anggota Polri oleh Peretas Bjorka

Polda Metro Jaya saat ini tengah mendalami dugaan kebocoran data pribadi ratusan ribu anggota Polri yang diduga dilakukan oleh seorang peretas bernama Bjorka. Kasubdit Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima informasi mengenai isu tersebut dan melakukan penelusuran lebih lanjut.

Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat

Dugaan kebocoran ini mencuat setelah seorang ahli keamanan siber, Teguh Aprianto, mempublikasikan informasi terkait di media sosial. Data yang diklaim bocor mencakup informasi lengkap mengenai 341.000 anggota Polri, termasuk nama, pangkat, satuan tugas, nomor telepon, dan alamat surel.

Latar Belakang Kasus Kebocoran Data

Dugaan kebocoran data anggota Polri terungkap melalui unggahan Teguh Aprianto di media sosial, yang menunjukkan bahwa Bjorka telah membocorkan informasi pribadi anggota Polri. Data tersebut terdiri dari nama lengkap, pangkat, satuan tugas, nomor telepon, dan alamat surel, dengan ukuran file awal 9 MB dalam format terkompresi dan mencapai 40 MB setelah diekstrak.

Jumlah total entri yang diduga bocor mencapai 341.800, yang menunjukkan potensi risiko pada keamanan informasi anggota Polri. Isu ini memicu perhatian luas karena melibatkan data sensitif yang seharusnya dilindungi oleh institusi kepolisian.

Kebocoran data seperti ini dapat mengancam keselamatan dan privasi individu yang bersangkutan, serta merusak reputasi institusi kepolisian di mata publik. Oleh karena itu, penelusuran mendalam harus dilakukan untuk mengidentifikasi sumber dan cara kebocoran terjadi.

Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail

Pernyataan Pihak Kepolisian

Kasubdit Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, menjelaskan bahwa pihak kepolisian masih berada dalam tahap pengecekan informasi mengenai dugaan kebocoran data tersebut. "Saya baru dengar. Saya cek dahulu," ungkap Reonald saat dihubungi terkait isu ini.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa perlu waktu untuk memverifikasi isi data yang disebut telah bocor. Proses verifikasi ini penting untuk memastikan akurasi klaim dan menghindari penyebaran informasi yang salah.

Reonald menambahkan bahwa isu ini sedang didalami lebih lanjut oleh unit terkait di Polda Metro Jaya, dengan memastikan segala langkah diambil untuk meningkatkan keamanan data di kalangan institusi pemerintah.

Reaksi dari Bjorka

Dalam sebuah keterangan yang disampaikan melalui forum gelap, Bjorka mengklaim bahwa kebocoran data tersebut adalah respons terhadap klaim penangkapan dirinya oleh aparat kepolisian. "Since the police in Indonesia allege that they have arrested me, I have decided to disclose this data as a surprise for them," tulis Bjorka.

Pernyataan Bjorka menunjukkan bahwa motivasinya untuk membocorkan data ini berhubungan langsung dengan situasi hukum yang dihadapinya. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan data dan respons institusi terhadap dugaan ancaman seperti ini.

Kepolisian menekankan pentingnya menjaga keselamatan data dan keamanan informasi di lingkungan instansi pemerintah. Komitmen untuk menyelidiki insiden ini hingga tuntas diharapkan dapat memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Kebocoran Data Anggota Polri oleh Peretas Bjorka

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!