Kategori Berita
Selasa, 07 OKTOBER 2025 • 13:20 WIB

Greta Thunberg dan Global Sumud Flotilla Tiba di Yunani Pasca Dideportasi Israel

Greta Thunberg dan Global Sumud Flotilla Tiba di Yunani Pasca Dideportasi IsraelGreta Thunberg dan Global Sumud Flotilla Tiba di Yunani Pasca Dideportasi Israel

Greta Thunberg, aktivis iklim asal Swedia, tiba di Yunani pada Senin (6/10) setelah dideportasi oleh pihak Israel. Bersama ratusan relawan Global Sumud Flotilla (GSF), mereka mencoba mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN

Setibanya di Bandara Internasional Athena, Thunberg menekankan pentingnya misi ini untuk menghadapi blokade Israel yang dianggapnya ilegal dan tidak manusiawi.

Misi Humanitarian yang Dihalang

Global Sumud Flotilla (GSF) adalah gerakan internasional yang bertujuan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, yang saat ini berada di bawah blokade Israel. Armada GSF berangkat dari Barcelona, Spanyol, pada awal September 2025 dengan melibatkan sekitar 40 kapal sipil.

Dalam perjalanan menuju Gaza, armada tersebut dicegat oleh Angkatan Laut Israel di lepas pantai Mesir, di mana Israel menuduh GSF berafiliasi dengan Hamas. Tindakan ini menuai ketegangan internasional, terutama terkait pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di wilayah konflik.

Thunberg menegaskan bahwa upaya mereka merupakan bagian dari misi terbesar untuk 'mematahkan pengepungan ilegal dan tidak manusiawi Israel' melalui laut.

Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Reaksi dan Respons Global

Setelah tiba di Athena, Thunberg menyatakan kepada media bahwa situasi ini sangat memalukan, apalagi dengan kurangnya dukungan dari pemerintah internasional. 'Kita bahkan tidak melihat upaya minimum dari pemerintah kita,' katanya.

Dari 171 aktivis yang dideportasi oleh Israel, Kementerian Luar Negeri Yunani menyebutkan 27 di antaranya adalah warga Yunani, sementara sisanya berasal dari 15 negara Eropa lainnya. Hal ini menunjukkan adanya dukungan internasional terhadap misi kemanusiaan tersebut.

Beberapa negara Eropa misalnya, juga menunjukkan keprihatinan mengenai pemindahan paksa ini, serta menyerukan agar Israel menghormati hak asasi manusia dan kebebasan individu.

Konteks Konflik dan Keberlanjutan Misi

Konflik antara Israel dan Palestina telah terjadi selama bertahun-tahun, di mana laporan menunjukkan adanya kekerasan terhadap warga sipil Palestina. Thunberg menggarisbawahi perlunya tindakan global untuk mencegah genosida terhadap Palestina, yang menurutnya semakin meningkat dalam dua tahun terakhir.

Armada GSF sebelumnya pernah mengalami serangan selama berlayar di perairan Yunani dan saat berada di Tunisia. Serangan-serangan ini dianggap sebagai upaya intimidasi terhadap misi bantuan kemanusiaan yang mereka jalankan.

Meski menghadapi berbagai tantangan, GSF tetap berkomitmen untuk melanjutkan upaya mereka, menunjukkan keberanian dalam memperjuangkan hak asasi manusia dan pengiriman bantuan bagi mereka yang membutuhkan.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Greta Thunberg dan Global Sumud Flotilla Tiba di Yunani Pasca Dideportasi Israel

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!