Wisatawan Terjebak di Lereng Timur Gunung Everest Akibat Badai Salju Hebat
Sekitar 1.000 wisatawan dilaporkan terjebak di lereng timur Gunung Everest akibat badai salju lebat yang melanda kawasan tersebut.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China
Badai ini dinilai sebagai yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir, menciptakan kondisi yang sangat berbahaya bagi para turis.
Badai salju yang terjadi pada Sabtu (4/10) menyebabkan penurunan jarak pandang yang drastis, hingga kurang dari satu meter.
Para wisatawan yang berada di Everest Base Camp terpaksa berlindung di dalam tenda-tenda yang kini tertimbun salju.
Beberapa wisatawan berhasil melarikan diri secara mandiri dari kondisi yang berbahaya, namun banyak yang tetap terjebak dalam kondisi yang mulai memburuk, seperti mengalami hipotermia yang mengancam jiwa.
Pihak berwenang menyebutkan bahwa upaya penyelamatan menjadi sangat menantang akibat salju tebal serta gangguan komunikasi yang terjadi.
Tim penyelamat, yang terdiri dari warga desa dan pemandu lokal, saat ini tengah berusaha mencapai para wisatawan yang terjebak.
Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Mereka menggunakan alat berat untuk membersihkan salju di jalur menuju kamp yang berada di ketinggian 4.900 meter di atas permukaan laut.
Namun, tantangan berat dari kondisi cuaca dan sulitnya akses ke lokasi telah memperlambat proses penyelamatan.
Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa sejak badai datang, komunikasi dengan tim di lokasi menjadi sangat terbatas.
Gunung Everest, atau yang dikenal juga sebagai Chomolungma, adalah puncak tertinggi di dunia dengan ketinggian 8.849 meter.
Gunung ini terletak di perbatasan antara China dan Nepal serta merupakan bagian dari Pegunungan Himalaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: