Pertemuan Jokowi dan Prabowo: Langkah Strategis untuk Kebersamaan Nasional
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan pertemuan dengan mantan Presiden Prabowo Subianto di kediaman Prabowo yang terletak di Kertanegara pada Sabtu, 4 Oktober 2025.
Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz
Pertemuan ini menyoroti pentingnya komunikasi antara pemimpin dalam membahas isu-isu kebangsaan yang krusial.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Panjaitan, mengungkapkan tanggapannya terhadap pertemuan tersebut, menekankan pentingnya dialog antar pemimpin.
Ia menyatakan, "Bagus kan kalau presiden dengan mantan presiden bertemu, pemimpin guyub," menandakan dukungannya terhadap kolaborasi ini.
Namun, Luhut juga menuturkan bahwa ia tidak mengetahui isi percakapan antara kedua pemimpin tersebut.
Di sisi lain, ia berharap interaksi seperti ini dapat memperkuat posisi negara di tingkat internasional.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan lebih lanjut mengenai bentuk dan substansi pertemuan tersebut.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi
"Banyak. Yang pertama memang silaturahmi di antara dua pemimpin, Presiden ke-7 dan Presiden ke-8," ujarnya, menjelaskan bahwa pertemuan berlangsung kurang lebih dua jam dan dilakukan secara empat mata.
Berbagai isu kebangsaan dibicarakan dalam konteks saling memberikan masukan yang positif untuk kebijakan nasional.
Hal ini dianggap sebagai langkah strategis dalam mengarahkan masa depan kebijakan nasional di Indonesia.
Usai pertemuan dengan Jokowi, Prabowo Subianto mengundang sejumlah menteri dan tokoh untuk berkumpul di kediamannya di Kertanegara.
Kehadiran para menteri menunjukkan bahwa diskusi ini tidak terbatas hanya pada pertemuan pribadi, tetapi juga melibatkan banyak pemangku kepentingan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: