Kasus Keracunan Makanan Terjadi pada Program Makan Bergizi Gratis
Kasus keracunan makanan terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai 6.457 orang, dengan mayoritas disebabkan oleh ketidakpatuhan pada prosedur operasional standar (SOP) di dapur. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan perlunya langkah perbaikan daripada penghentian program.
Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Prasetyo mengungkapkan pentingnya kesesuaian dengan SOP di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mencegah masalah serupa di masa depan. Pemerintah berkomitmen untuk menyempurnakan pelaksanaan program ini melalui peraturan presiden (Perpres) mengenai MBG.
Hingga kini, tercatat 6.457 orang di berbagai wilayah telah terkontaminasi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis. Wilayah II, yaitu Pulau Jawa, menjadi daerah dengan jumlah korban terbanyak, mencapai 4.147 orang.
Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan bahwa masalah sanitasi air di beberapa SPPG mempengaruhi tingginya angka keracunan ini. Beberapa dapur yang terlibat dalam program MBG tidak memenuhi standar sanitasi yang ditetapkan, berisiko memicu kasus keracunan makanan dalam dua bulan terakhir.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Prasetyo Hadi menegaskan bahwa ketidakpatuhan terhadap SOP di SPPG menjadi penyebab utama dari kasus keracunan. "Karena data juga mengatakan bahwa di tempat-tempat yang terjadi permasalahan, hampir semuanya karena tidak menjalankan prosedur seperti yang seharusnya," ungkapnya.
Mematuhi SOP dianggap krusial untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Pemerintah telah merencanakan evaluasi dan perbaikan semua aspek dalam pelaksanaan program ini.
Menteri Sekretaris Negara memastikan program Makan Bergizi Gratis akan berlanjut dengan perbaikan yang diperlukan. Dia menegaskan, "kekurangan yang terjadi itu yang kita perbaiki," bukan menghentikan programnya.
Prasetyo juga menyebutkan bahwa Perpres mengenai MBG sedang dalam proses penyempurnaan dan diharapkan akan diratifikasi pada pekan ini. Langkah ini diyakini akan meningkatkan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan dalam program tersebut.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: