Anemia Defisiensi Besi: Memahami Penyebab dan Gejalanya
Anemia defisiensi besi adalah kondisi medis yang terjadi ketika tubuh kekurangan zat besi, yang diperlukan untuk memproduksi sel darah merah yang sehat.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer
Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai gejala, mulai dari kelelahan hingga kesulitan berkonsentrasi.
Anemia defisiensi besi terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan cukup zat besi dari makanan atau tidak mampu menyerapnya dengan baik.
Zat besi sangat penting dalam pembentukan hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Tanpa cukup zat besi, produksi sel darah merah akan terhambat, sehingga menyebabkan jumlah sel darah merah yang ada jauh lebih sedikit dari yang seharusnya.
Hal ini menyebabkan tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup untuk berfungsi dengan optimal.
Gejala anemia defisiensi besi biasanya dimulai secara perlahan dan bisa bervariasi pada setiap individu.
Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Beberapa gejala yang umum termasuk kelelahan ekstrem, kulit pucat, dan sesak napas saat melakukan aktivitas ringan.
Orang yang mengalami anemia defisiensi besi juga mungkin merasakan detak jantung yang cepat atau tidak teratur.
Peningkatan keinginan untuk makan benda non-makanan seperti tanah atau es, sebuah kondisi yang dikenal sebagai pica, juga menjadi indikasi anemia ini.
Beberapa kelompok lebih berisiko mengalami anemia defisiensi besi, termasuk wanita hamil yang membutuhkan lebih banyak zat besi untuk mendukung perkembangan janin.
Remaja yang sedang tumbuh juga memerlukan zat besi tambahan untuk pertumbuhan yang optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: