Menelusuri Sejarah dan Makna Simbol Sura dan Baya di Surabaya
Surabaya, yang dikenal sebagai Kota Pahlawan, merupakan kota dengan sejarah perjuangan yang mendalam dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN
Simbol Sura dan Baya menjadi penanda penting yang merefleksikan karakter dan identitas masyarakat Surabaya.
Julukan Kota Pahlawan diberikan kepada Surabaya berdasarkan peristiwa bersejarah yang terjadi selama revolusi kemerdekaan Indonesia.
Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya mengukuhkan posisi kota ini sebagai pusat perjuangan melawan penjajahan.
Peristiwa tersebut dikenal sebagai Pertempuran Surabaya, di mana rakyat Surabaya dengan gigih mempertahankan kota mereka dari serangan pasukan sekutu dan NICA.
Keberanian warga Surabaya dalam menghadapi ancaman tersebut telah dikenang dalam sejarah sebagai simbol perjuangan.
Simbol Sura dan Baya dalam budaya masyarakat Surabaya mencerminkan karakteristik yang menguatkan identitas kota ini.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Sura, yang melambangkan ikan hiu, menggambarkan keberanian serta ketangguhan, sementara Baya, yang melambangkan buaya, melambangkan kekuatan dan kewaspadaan.
Keduanya sering dipadukan dalam seni dan budaya lokal, menjadikannya bagian integral dari kehidupan masyarakat Surabaya.
Misalnya, patung Sura dan Baya yang menjadi ikon terkenal terletak di jembatan Surabaya, menambah daya tarik wisata kota ini.
Simbol Sura dan Baya tidak hanya menjadi pengingat sejarah, tetapi juga berfungsi sebagai alat pendidikan bagi generasi muda.
Melalui berbagai kegiatan budaya, masyarakat mengenalkan nilai-nilai perjuangan yang terkandung dalam simbol tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: