Kategori Berita
Rabu, 01 OKTOBER 2025 • 20:30 WIB

Konflik Parkir di Malang: Perseteruan antara Imam Muslimin dan Tetangga Masyarakat

Konflik Parkir di Malang: Perseteruan antara Imam Muslimin dan Tetangga MasyarakatKonflik Parkir di Malang: Perseteruan antara Imam Muslimin dan Tetangga Masyarakat

Perseteruan antara Imam Muslimin, mantan dosen Universitas Islam Negeri Malang, dan tetangganya Sahara telah mencuri perhatian publik baru-baru ini.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN

Konflik ini dipicu oleh masalah parkir kendaraan rental yang mengganggu akses masuk rumah Yai Mim.

Awal Mula Perseteruan

Kejadian ini dimulai pada malam hari ketika Yai Mim dan istrinya, Rosida, pulang dari Jakarta dan mendapati mobil rental terparkir di depan pintu masuk rumah mereka meski ada tanda larangan parkir.

Rosida menjelaskan, "Ketika sampai rumah, ada mobil parkir depan pintu. Padahal sudah ada tulisan 'Mohon tidak parkir depan pintu'". Hal ini menyebabkan mereka harus menunggu mobil tersebut dipindahkan sebelum bisa masuk ke rumah.

Setelah berjam-jam menunggu dan mencoba menghubungi pemilik kendaraan, mereka akhirnya memutuskan untuk masuk ke rumah dan beristirahat, namun masalah belum berakhir.

Insiden Pindah Mobil dan Intensitas Konflik

Ketika Rosida kembali menghubungi Sahara, ia diminta untuk membangunkan para supir yang tertidur. Dalam upaya memindahkan kendaraan rental tersebut, Yai Mim terpaksa melakukannya dengan sedikit kekerasan, menghasilkan suara yang dianggap mengganggu.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas

Yai Mim menyampaikan, "Saya bilang minta maaf, karena saya harus ngaji. Mbak Sahara juga minta maaf, tidak ada masalah waktu itu", namun suasana yang tenang tersebut tidak bertahan lama.

Masalah parkir kendaraan rental tetap berulang, yang mendorong Yai Mim untuk mencari solusi alternatif agar masalah ini teratasi dengan baik.

Usaha Penyelesaian dan Masalah Lainnya

Yai Mim mengeluarkan biaya sebesar Rp 12 juta untuk membersihkan sebidang tanah di depan rumahnya setelah mendapatkan izin dari perangkat RT setempat.

Ia kemudian menawarkan tanah tersebut kepada Sahara dan suaminya, Sofyan, untuk digunakan sebagai parkir dengan biaya Rp 1 juta.

Namun, seiring berjalannya waktu, masalah parkir tidak kunjung usai, dan Yai Mim menyatakan, "Namun ternyata, yang saya khawatirkan tetap terjadi. Masih saja ada mobil diparkir depan rumah".

Perseteruan ini semakin rumit ketika muncul masalah lain, seperti kondisi jalan yang becek, di mana Yai Mim meminta Sofyan untuk memasang paving, yang kemudian ditarik kembali setelah konflik berlangsung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Konflik Parkir di Malang: Perseteruan antara Imam Muslimin dan Tetangga Masyarakat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!